Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali Perkuat Solidaritas Dunia untuk Indonesia

oleh
Menkeu Sri Mulyani, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dan Managing Director IMF Christine Lagarde mengunjungi korban gempa di Lombok. (Ist)
banner 300250

Nusa Dua, suarabali.com – Bali menjadi pusat perhatian dunia pada pekan kedua Oktober 2018. Agenda tahunan penting digelar di Kawasan Nusa Dua, Bali, pada 8- 14 Oktober 2018. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah IMF-World Bank (IMF-WB) Annual Meeting 2018.

Pertemuan tahunan itu merupakan forum pertemuan terbesar bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan di tingkat global, dengan mempertemukan pihak pemerintah, yaitu Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara dengan pihak non-pemerintah yang menguasai sektor keuangan dan ekonomi dunia.

Dirilis setneg.go.id, Indonesia dipilih menjadi tuan rumah IMF-WB Annual Meeting, karena Indonesia merupakan middle-income country yang menjadi salah satu model keberhasilan pembangunan. Sehingga, IMF-WB) Annual Meeting 2018 menjadi momentum yang sangat baik untuk menunjukkan kemajuan ekonomi Indonesia, kepemimpinan (leadership), dan komitmen Indonesia di level global.

Kesanggupan menjadi negara yang terpilih juga sebagai komitmen Indonesia yang mempunyai kewajiban untuk berkontribusi dalam pembangunan dunia. Komitmen Indonesia tersebut telah ditunjukkan, tidak hanya pada perhelatan internasional IMF-WB 2018 kali ini, tetapi juga sebelumnya Indonesia telah beberapa kali menjadi tuan rumah bagi pertemuan tingkat dunia.

Sebut saja Pertemuan APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) atau Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik di 2013 dengan jumlah delegasi sekitar 5.000 orang dari 21 negara dan Pertemuan COP – UNFCCC (Conference of the Parties – UN Climate Change Conference) di 2007 dengan jumlah delegasi 10.000 orang dari 189 negara. Semua kegiatan tersebut juga diselenggarakan di Bali.

Solidaritas Dunia untuk Indonesia

Musibah gempa bumi yang menimpa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu telah mengusik perhatian dunia kepada Indonesia, terutama bagaimana pemerintah Indonesia cepat tanggap dalam menangani musibah gempa bumi di Lombok. Hal ini menjadikan pihak IMF-Bank Dunia perlu memasukkan kegiatan solidaritas untuk Indonesia dalam rangkaian kegiatan IMF-WB Annual Meeting.

Dalam kegiatan Solidarity for Lombok, Senin (8/10/2018), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman) Luhut Binsar Panjaitan berkunjung ke Lombok bersama Managing Director IMF, Christine Lagarde.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa ajang pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari seluruh dunia di Bali saat ini tetap memberi perhatian yang besar terhadap situasi dalam negeri Indonesia.

”Meskipun kita menjadi tuan rumah dari Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018, kami dari pemerintah pusat terus memberikan perhatian yang sangat penuh bagi seluruh daerah terdampak, baik di Lombok maupun di Palu. Kita akan terus melakukan proses-proses pemulihan,” ujar Sri Mulyani usai berdialog dengan para korban berncana gempa.

Sri Mulyani juga mengatakan pemerintah pusat hingga saat ini telah mencairkan dana hingga Rp 2,1 triliun untuk NTB  untuk kedaruratan dan bantuan perumahan. Dana sebesar itu untuk penanganan rumah rusak berat Rp 50 juta, rumah rusak sedang Rp 25 juta, dan rumah rusak ringan Rp 10 juta.

Dalam kunjungan kali ini, dilakukan penyerahan bantuan untuk Lombok. Bank Indonesia menyerahkan bantuan rehabilitasi bangunan dan sarana-prasarana kepada 5 masjid dan 2 sekolah di wilayah Lombok Barat, Lombok Utara, dan Mataram.

Sementara Menko Kemaritiman menyerahkan sumbangan penanggulangan bencana dan baju seragam untuk dua sekolah dasar di Lombok. Begitu juga Managing Director IMF menyerahkan bantuan dari Manajemen dan staf IMF yang ingin meringankan beban masyarakat Lombok.

Managing Director IMF Christine Lagarde mengatakan, “Tiga tahun lalu saat Indonesia terpilih dari 10 negara terbaik yang bisa menyelenggarakan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Tahun 2018 Bali, kita tidak tahu bahwa Gunung Agung akan mengalami turbulensi, kita juga tidak tahu bahwa akan ada gempa bumi di Lombok, dan kita juga tidak pernah tahu bahwa akan ada gempa bumi dan tsunami di Sulawesi. Yang kita tahu Indonesia adalah pilihan terbaik, dan ketua tim yakni Pak Luhut membuat kita percaya untuk mengadakan pertemuan tahunan ini di Bali,” tandas Lagarde.

Lagarde juga mengatakan setelah melihat langsung keadaan di Lombok dan Palu, dia akan meminta uluran tangan seluruh peserta pertemuan. “Dengan telah melihat secara langsung keadaan di Lombok dan Palu, kami akan meminta kepada seluruh peserta pertemuan ini untuk bisa mengulurkan tangan dan berbagi kedermawanan mereka,” pungkasnya. (*)