Peringati Hari Ibu, Napi Wanita LP Denpasar Mendadak Jadi Peragawati

oleh
Sebanyak 30 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Perempuan di Lapas Kelas II A Denpasar mengikuti lomba fashion show untuk memperingati Hari Ibu. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Sebanyak 30 peragawati berlenggak-lenggok di atas catwalk. Mengenakan pakaian kebaya dan tata rias bak artis sinetron, mereka terlihat anggun dan memesona. Di balik keanggunan itu, tak disangka para peragawati itu merupakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Denpasar.


Lomba fashion show yang dihelat pada Rabu (18/12/2019) itu rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember. Kegiatan ini didukung oleh Asosiasi Bordir, Endek dan Songket (Asbest) serta asosiasi lainnya.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar Selly Mantra turut hadir menyaksikan fashion show itu. Bukan kali ini saja Selly Mantra memberikan dukungan kreativitas bagi WBP Perempuan Lapas Kelas II A Denpasar. Pada kegiatan serupa tahun sebelumnya, Selly Mantra juga hadir memberikan semangat kepada WBP untuk terus berkeativitas.

Kegiatan fashion show itu juga disaksikan Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali Sutrisno, Kepala Divisi Kemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Bali Sujonggo, serta Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar, Lili.

“Tembok kokoh Lapas, dan jeruji besi bukan penghalang bagi Warga Binaan Perempuan untuk terus berkreativitas dan berinovasi. Mari bersama-sama kita dukung kreativitas dan inovasi WBP Perempuan, sehingga nantinya setelah keluar mampu menjadi wanita mandiri dan kreatif,” ujar Selly yang disambut tepuk tangah WBP Perempuan yang menyaksikan kegiatan fashion show, musik, senam, dan tarian.

Menurut Selly, dukungan terhadap kreativitas dan inovasi WBP Perempuan ini juga diwujudkan dengan memberikan ruang dan sarana untuk berpameran pada ajang Denpasar Festival yang akan berlangsung pada 28-31 Desember 2019 di Kawasan Catur Muka Denpasar. Dalam kegiatan ini, masyarakat akan mengetahui ragam kreasi dan inovasi WBP Perempuan Kelas II A seperti kerajinan, hingga kuliner yang dimiliki.

“Peringatan Hari Ibu menjadi momentum seluruh perempuan untuk menjadi sosok yang mandiri, kreatif, dan berinovasi,” ujar Selly.

Dia mengatakan pihaknya juga memberikan dukungan ruang kreativitas kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Berdaya Denpasar. Ragam kreasi dan inovasi ODGJ dirangkul dan diberikan ruang pelatihan serta berpameran, hingga pendampingan untuk kesehatan jiwa. Dari Rumah Berdaya, sebanyak 50 ODGJ telah sembuh dan mampu berkreativitas, sehingga diangkat menjadi pegawai kontrak yang memberikan pelayanan di Rumah Berdaya Denpasar.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan me-launching Rumah Bisabilitas sebagai ruang kretivitas bagi penyandang disabilitas di Kota Denpasar. Tempat ini menjadi rumah yang nyaman bagi disabilitas untuk berkreasi dan menerima pelatihan bersama masyarakat normal lainnya. Kegiatan di sini dari workshop hingga menjual kuliner kreasi dari penyandang disabilitas tunanetra, tunadaksa hingga tunarungu.

“Kali ini dukungan di Lapas ini diharapkan mampu menjadi rumah kreativitas WBP Perempuan dan nantinya mampu mandiri dan inovatif,” ujar Selly. (*)