Penyanderaan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua Karena Faktor Ekonomi

oleh
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto
banner 300250
Jakarta, suarabali.com – Pelarangan bepergian warga Kampung Banti dan Kimbely, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), diduga kuat oleh Polri karena faktor ekonomi. Dugaan Polri tersebut, lantaran adanya informasi bahwa di kampung tersebut memang ada aktivitas mendulang emas.

“Nah, kelihatannya KKB ini kan sudah mendapatkan dalam tanda petik nilai ekonomi dari situ dengan menguasai daerah situ. Sehingga ingin mempertahankan. Ini dari sudut ekonominya yang lain kita belum tahu,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (10/11).

Menurut Setyo, Polri masih kesulitan mengungkap apakah adanya motif lain selain dugaan motif ekonomi. Setyo menambahkan, hingga saat ini petugas kesulitan untuk melakukan komunikasi dengan pihak KKB.

“Bisa jadi juga bisa jadi ada motif lain. Kita kan belum bisa mendalami karena tidak ada komunikasi yang intens dengan pihak KKB,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Satgas Polri dan TNI terus melakukan upaya komunikasi dengan pimpinan KKB. Namun, hingga saat ini upaya tersebut belum membuahkan hasil dan warga di kampung tersebut masih ‘tersandera” untuk bepergian ke luar kampung tersebut.

“Belum ada komunikasi pimpinan KKB-nya enggak mau komunikasi. Sedang diupayakan,” tutupnya.(Tjg)