Penumpang Kapal yang Masuk Bali Diseleksi Secara Ketat

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Gubernur Bali Wayan Koster melakukan berbagai terobosan guna memutus rantai penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Bali. Satu di antaranya kebijakan menyeleksi secara ketat terhadap penumpang yang akan menyeberang ke Bali.


Kebijakan tersebut tertuang dalam surat Gubernur Bali Nomor: 551/2500/Dishub tanggal 29 Maret 2020 yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan RI. Ada empat poin kebijakan yang tertuang dalam surat tersebut.

Pertama, melakukan seleksi ketat terhadap penumpang yang akan menyeberang ke Bali. Kedua, hanya mengijinkan penyeberangan bagi penumpang atau kendaraan dengan kepentingan logistik, kesehatan, keamanan, dan tugas resmi pemerintah serta keperluan perorangan yang bersifat mendesak.

Ketiga, melakukan pembatasan operasi pelabuhan dan mengurangi frekuensi penyeberangan. Keempat, menugaskan Otoritas Pelabuhan dan Penyeberangan untuk membentuk posko terpadu yang dilengkapi dengan fasilitas kesehatan.

Tidak berselang lama, Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat juga mengeluarkan surat Nomor: AP.005/3/4/DRJD/2020 tanggal 31 Maret 2020 yang menegaskan penutupan/pembatasan operasional angkutan penyeberangan seyogyanya tidak mengganggu operasional kapal penyeberangan yang mengangkut kendaraan bermuatan logistik atau barang kebutuhan pokok, obat-obatan, dan petugas dengan berpedoman pada protokol penanganan COVID-19 dari instansi berwewenang.

Surat itu juga memerintahkan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) agar melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat guna tersedianya transportasi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan petugas dan pengguna jasa. (*)