Pengasuh Lalai, Bayi 3 Bulan Meninggal di Tempat Penitipan Anak

oleh
Penyidik Polresta Denpasar menetapkan pengasuh dan pemilik Princes House Childcare sebagai tersangka atas kematian bayi usia tiga bulan. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Penyidik Satuan Reskrim Polresta Denpasar menetapkan dua wanita paruh baya sebagai tersangka tindak pidana atas kematian bayi berusia 3 bulan yang dititipkan di Princes House Childcare, Jalan Badak Sari I, Denpasar. Kedua tersangka adalah Tina (39) dan Made (39).

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 9 Mei 2019. Saat itu, AA menitipkan anaknya bernama Elora di tempat penitipan anak (TPA) Princes House Childcare dalam keadaan sehat. Pengasuh yang bertanggung jawab atas pengasuhan bayi tersebut adalah Tina.

Kepada polisi, Tina mengaku sempat memberikan susu kepada bayi tersebut. Dia juga mengganti popok dan memandikan korban. Sekitar pukul 15.30 WITA, bayi itu sempat terbangun. Kemudian, Tina menepuk pantat bayi itu dalam posisi tengkurap. Lalu, dia meninggalkan korban.

“Dari pantauan CCTV, tersangka sempat meninggalkan korban selama kurang lebih 30 menit. Setelah kembali, sudah ditemukan dalam keadaan lemas hingga korban dibawa ke Rumah Sakit Bros dan dinyatakan meninggal dunia,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan, didampingi Kasat reskrim Kompol Wayan Arta Ariawan, kepada wartawan, Senin (13/5/2019).

Kapolresta menjelaskan, saat di rumah sakit bayi tersebut sudah dalam keadaan lemas dan meninggal dunia. Atas kelalaian tersebut, pengasuh dan pemilik TPA dikenakan pasal 76B Jo. Pasal 77B UU RI No.23 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Tempat penitipan anak ini tidak memiliki ijin resmi dari dinas terkait, hanya memiliki ijin yayasan. Untuk itu, pemilik TPA bernama Bu Made juga kita jadikan tersangka dan pengasuh bayi tidak memiliki keahlian khusus dalam pengasuh bayi, hanya diajarkan oleh pemilik,” ungkap Kombes Ruddi.

Untuk diketahui, TPA Princess House Childcare telah memperkerjakan pegawai yang tidak mempunyai kualifikasi keahlian dalam pengasuhan anak dan tidak ada tenaga medis di TPA. (*)