Penderitaan Nengah Menuh Sedikit Terobati

oleh
banner 300250

Karangasem, suarabali.com  – Hari itu, Ni Nengah Menuh tampak lebih ceria dari hari-hari sebelumnya. Pasalnya, penderita stroke ini disambangi utusan Pemprov Bali untuk memberikan bantuan pengobatan.

Ni Nengah Menuh sudah lama  menderita stroke. Namun, warga Banjar Palasan Tumbu, Desa Tumbu, Karangasem ini tak berobat ke rumah sakit lantaran tak punya biaya.

Beruntung ada media online yang mengabarkan penderitaanya hingga sampai ke telinga pejabat di Pemprov Bali.

Mendengar kabar itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Karangasem dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali segera mengiririm tim untuk memberikan bantuan sementara kepada Ni Nengah Menuh.

“Tim dari Dinas Sosial Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dan Dinas Sosial Kabupaten Karangasem telah turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran berita tersebut dengan membawa bantuan sementara berupa sembako, beras, sejumlah uang, dan mengajak tim medis untuk melakukan pemeriksaan medis terhadap Menuh,” kata Dewa Gede Mahendra Putra, Jumat (8/2/2019).

Mahendra juga menjelaskan,  hasil pengecekan petugas Pustu Sraya Barat dapat diketahui bahwa Menuh sesuai KTP beralamat di Banjar Dauh Pangkung, Seraya Barat, tetapi tinggal di Banjar Palasan Desa Tumbu, Karangasem.

“Informasi dari Kepala Dusun Dauh Pangkung mengatakan  kasus ini sudah pernah dilaporkan ke Dinas Sosial. Dinas Sosial sudah pernah turun ke lokasi, pasien mempunyai jaminan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan sudah tiga kali masuk rumah sakit.  Karena merasa kondisi kesehatannya dirasakan tidak ada perubahan dan kondisi ekonomi yang kurang serta tidak memiliki biaya untuk rawat inap, maka pasien menolak untuk rawat inap di rumah sakit,” jelas Mahendra.

Mahendra menambahkan, tim medis juga melakukan pengecekan secara fisik apakah penderita memiliki kemungkinan diberikan bantuan kursi roda. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Karangasem agar penderita bisa mendapat perawatan secara rutin dengan kunjungan ke rumah secara periodik oleh petugas Puskesmas setempat serta meminta agar dikirim tim fisioterapi untuk memulihkan kondisi fisiknya.

“Mudah-mudahan dengan usaha yang dilakukan pemerintah, bisa meringankan beban keluarga Nengah Menuh,” ujar Mahendra.

Seperti diberikan Tribun Bali pada Kamis (7/2/2019),  Ni Nengah Menuh (45) hanya terbaring lemas di kamar pengap berukuran 4×3 meter itu, Rabu (6/2/2019).

Wajahnya pun terlihat pucat pasi serta setengah tubuhnya tak bisa bergerak lantaran ia mengalami stroke. Saat ditemui wartawan di kediamannya, Menuh tak bisa berbuat apa-apa. Makan dan minum harus dilayani anaknya, Ni Nyoman Sri Wahyuni, serta suaminya I Wayan Uti.

Menuh hanya bisa berbaring di kasur tipis kusam yang ia jadikan sebagai alas tidurnya. Wahyuni mengatakan, ibunya menderita stroke sejak tiga tahun lalu. (*)