Pemkot Denpasar Gelar Penilaian Inovasi Pemerintahan Desa

oleh
Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara membuka acara Penilaian Inovasi Pemerintahan Desa/Kelurahan di Gedung Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Selasa (2/10/2018). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar menggelar Penilaian Inovasi Pemerintahan Desa/Kelurahan atau Innovation Government Award (IGA) Kota Denpasar di Gedung Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Selasa (2/10/2018).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara. Turut hadir di acara itu Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Asisten I Setda Kota Denpasar Made Toya, dan Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar IB Alit Wiradana.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan dan mengoptimalisasi serta meningkatkan kapasitas aparat pemerintah desa/kelurahan Kota Denpasar. Juga untuk meningkatkan kemandirian dalam inovasi pemerintahan desa serta meningkatkan akselerasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa/kelurahan di Kota Denpasar.

Wakil Walikota Denpasar Jaya Negara mengatakan penilaian pemerintah desa/kelurahan menjadi sebuah institusi yang semakin siap dalam menghadapi tantangan zaman, terutama menghadapi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat yang lebih optimal.

”Untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, maka dalam aktivitas kita sehari-hari di pemerintahan maupun di masyarakat hendaknya selalu didasari oleh pikiran yang baik dan positif, diungkapkan dengan perkataan yang santun, dan dilaksanakan dengan kesungguhan, ketulusan berdasarkan landasan yang ideal,” ujarnya.

Jaya Negara mengatakan, desa dan kelurahan merupakan wadah partisipasi masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan. Untuk itu, Pemkot Denpasar bersama berinovasi, berkreasi membuat regulasi kebijakan dan membuat berbagai terobosan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Denpasar.

Mengingat perbekel/lurah memiliki peran yang sangat strategis, karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. ”Perbekel/lurah harus mampu dan komitmen untuk memberikan solusi terhadap semua permasalahan yang dihadapi masyarakat. Sehingga, Kota Denpasar berkembang menjadi kota yang cerdas (smart city) sesuai dengan visi Kota Denpasar, yakni terciptanya Kota Denpasar berwawasan budaya dengan keharmonisan dalam keseimbangan secara berkelanjutan,” tegasnya. (*)