Pemkab Gianyar Gelar Dharma Shanti di Pura Samuan Tiga Bedulu

oleh
Pemkab Gianyar menggelar Dharma Shanti Nyepi Tahun Caka 1941 di Pura Samuan Tiga Bedulu. (Ist)
banner 300250

Gianyar, suarabali.com – Pemkab Gianyar menggelar Dharma Shanti Nyepi Tahun Caka 1941 di Pura Samuan Tiga Bedulu. Acara ini dihadiri 363 sulinggih dari berbagai golongan, para bendesa, perbekel serta pegawai instansi terkait se-Kabupaten Gianyar.

Kegiatan yang digelar sejak pagi hingga siang itu sempat diguyur hujan. Namun, scara tetap berjalan lancar. “Kegiatan itu merupakan rangkaian pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang diadakan pada 7 Maret  2019,” kata Kepala Bagian Kesra dan Bina Mental Setda Kabupaten Gianyar Ngakan Jati Ambarsika di Wantilan Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Jumat (15/3).

Dalam kegiatan itu, Pemkab Gianyar juga menyerahkan bantuan insentif tahun anggaran 2019 kepada seluruh sulinggih, pemangku, Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP), Majelis Alit Desa Pakraman, bendesa, kelian adat, dan pekaseh se-Kabupaten Gianyar.

“Melalui Dharma Santhi Nyepi Caka 1941, kita wujudkan Gianyar yang aman menuju Sat Kerthi Loka Bali,” ungkapnya.

Menurut dia, bantuan insentif dan punia itu merupakan bentuk perhatian Pemkab Gianyar. Sebab, mereka memegang peran penting dalam menjalankan nilai-nilai agama Hindu, budaya, dan pembangunan Gianyar yang berlandaskan Tri Hita Karana, sehingga tercapai Gianyar yang aman dan harmonis.

Pelaksanaan Dharma Shanti juga sebagai upaya melestarikan seni budaya dan sastra-sastra agama Hindu.

Dharma Upapati selaku Ketua PHDI Kabupaten Gianyar mengatakan kegiatan Dharma Shanti dapat dijadikan contoh positif untuk mengetahui proses maupun makna Catur Brata Penyepian.

Dia menegaskan, pelaksanaan Hari Suci Nyepi, khususnya di Kabupaten Gianyar, telah berjalan dengan tertib dan aman. “Hal ini patut disyukuri, sehingga Gianyar tetap berada dalam situasi yang harmonis,” imbuhnya.

Dharma Shanti, kata dia, juga sebagai upaya mempererat rasa persaudaraan dan kekeluargaan, rasa menyama braya serta saling asah, asih, asuh, paras-paros salunglung sabhayantaka menuju masyarakat yang shanti dan jagadhita.

Dhrama Santhi Nyepi kali ini dihadiri 338 sulinggih, 272 bendesa, FKUB, PHDI, Walubi serta undangan yang berjumlah 810 orang.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra dalam sambutan yang dibacakan Sekdakab Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya mengapresiasi pelaksnaan Dharma Santhi Nyepi. Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Gianyar khususnya, dan masyarakat pada umumnya, untuk menerapkan nilai-nilai agama Hindu serta mengimplementasikan ke dalam sikap dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap semua tokoh secara bersama-sama mengajak warga meningkatkan srada bakti terhadap Tuhan agar mampu menjalankan Dharma Agama dan Negara ecara baik,”cetusnya. (*)