Pemerintah Bali Diminta Awasi Ketat Penggunaan Dana Desa

oleh
Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri DR.Nata Irawan didampingi jajarannya secara khusus berkunjung dan mengadakan rapat koordinasi di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Denpasar Jumat (27/10/2017).(FOTO IST)
banner 300250
Denpasar, suarabaali.com – Direktur Jenderal Bina PDirektur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, DR Nata Irawan dalam kunjungannya ke Kantor Dinas Pemberdayaan Masayarakat dan Desa (PMD) Bali hari Jumat (27/10/2017), menyoroti pemanfaatan dana desa yang belakangan banyak menyita perhatian. Nata berharap agar dana bisa diterima dengan utuh dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat desa.
“Saya tak ingin ada dana desa yang dicubit-cubit, diambil kanan atau kiri,” ucapnya.
Untuk mencegah penyimpangan pemanfaatan dana desa, Kemendagri, Kementerian Desa dan Polri telah meneken MoU untuk mengawal percepatan penggunaan dan pengawasan dana desa. Namun menurutnya MoU itu harus ditindaklanjuti dengan kerjasama yang lebih kongkrit yang menjelaskan secara detail siapa berbuat apa.
“Intinya,pemanfaatan dana desa ini harus kita kawal secara ketat agar aman dan bermanfaat,” imbuh Nata Irawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bali Ketut Lihadnyana menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai program untuk mendorong pemberdayaan dan inovasi perkembangan desa.
“Salah satunya yaitu melalui kegiatan pelatihan bagi kepala desa, sekdes dan bendahara. Terkait dengan penggunaan dana desa, perlu adanya MoU lanjutan yang lebih spesifik,” ujrnya.
Lihadnyana juga menyampaikan masukan terkait adanya beberapa regulasi pusat yang tak serta merta dapat diterapkan di daerah. Usai menggelar pertemuan di Dinas PMD, Nata Irawan beserta rombongan langsung meninjau Desa Kutuh.
Dalam kesempatan itu, Lihadnyana juga menyampaikan bahwa Provinsi Bali didaulat menjadi tuan rumah Pekan Inovasi Perkembangan Desa (PINdeskel) tahun 2018.
Nata Irawan mengapresiasi upaya pemerintah daerah Bali dalam membina dan mendorong inovasi pengembangan desa sehingga tahun ini Desa Kutuh, Kuta Selatan menyabet Juara I dalam lomba desa. Atas keberhasilan ini, maka Bali secara otomatis dipilih sebagai tuan rumah PINdeskel. Melalui ajang ini, Desa Kutuh akan jadi contoh bagi desa lain di seluruh Indonesia.(Mkf)