Pementasan Tari Sakral Rejang Renteng, Upaya Meminimalisir Globalisasi Informasi

oleh
Tari sakral Rejang Rentang di Pura Agung Kentel Gumi.
banner 300250
Denpasar, suarabali.com – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar ngayah mesolah rejang renteng pada Bhakti Penganyar Pemkot Denpasar dalam serangkaian Karya Pengusaban Jagat Pura Agung Kentel Gumi Kabupaten Klungkung pada Rabu (8/11).

Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara mengatakan, kegiatan ngayah mesolah rejang renteng ini merupakan salah satu pelaksanaan WHDI Denpasar di bidang agama yang bertujuan meningkatkan sradha dan bakti WHDI dalam upaya meminimalisasi gempuran arus informasi global.

Dengan ngayah melalui seni tari, mekidung maupun majejaitan baik ke Pura Sad Khayangan di Denpasar, luar Denpasar maupun luar Bali. Kegiatan ngayah ngerejang renteng ini juga merupakan salah satu aplikasi bidang budaya yang bertujuan untuk melestarikan budaya yang berbasis kearifan lokal  serta sebagai kegiatan yang mendukung aktivitas keagamaan yang dilandasi nuansa budaya.

“WHDI Denpasar selalu melaksanakan program rutin ngayah tari – tarian disetiap pelaksanaan karya serta piodalan di Pura Sad Khayangan di Denpasar, luar Denpasar maupun luar Bali,” ungkapnya.

Senentara Ny. Antari Jaya Negara mengungkapkan bahwa pasca musyawarah cabang WHDI Kota Denpasar 25 Oktober lalu, telah gencar melaksanakan program kerja khususnya di bidang budaya dan bidang agama yaitu dengan ngayah rejang renteng di pura Kentel Gumi.
Ia mengaku, jenis tarian yang ditampilkan merupakan jenis tari Rejang Renteng yang merupakan salah satu tarian sakral di Bali.
“Sekitar 30an penari ini melaksanakan proses latihan yang cukup singkat di Kantor Walikota Denpasar, namun karena sebagian besar sudah mahir menari jadi proses pemahaman materi tariannya tidak memakan waktu yang lama,” ujar Ny. Antari Jaya Negara. (Drn)