Pembaretan Bintara Remaja Ditandai Long March Puluhan Kilometer

oleh
Prosesi pembaretan 98 bintara remaja di Direktorat Samapta Polda Bali. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Sebanyak 98 bintara remaja yang baru dilantik di SPN Singaraja dan Sepolwan mengikuti acara pembaretan di Direktorat Samapta Polda Bali. Kegiatan pembaretan ini ditandai dengan jalan kaki jarak jauh (long march) dari lapangan parkir Pura Tirta Empul, Gianyar, sampai Lapangan Kapten Mudita, Bangli.

Sebelum kegiatan tersebut dimulai, para peserta lebih dulu melakukan sembahyang bersama di Pura Tirta Empul. Kemudian, peserta jalan jarak jauh dilepas oleh Direktur Sabhara Polda Bali Kombes Pol.  I Wayan Pinatih, didampingi Wadir Samapta Polda Bali AKBP I Nengah Subagia dan sejumlah pejabat utama Direktorat Samapta Polda Bali.

Kegiatan tersebut bertujuan memupuk rasa kebanggaan terhadap satuan dengan meningkatkan disiplin, hirarki, dan loyalitas dalam diri bintara remaja sebagai generasi penerus Polri pada masa depan. Penggunaan atribut baret juga diharapkan memiliki kompetensi di bidang fungsi dan teknis Sabhara selaku pengemban tugas umum polisi.

Selain long march, para bintara remaja ini juga mendapatkan pelatihan materi-materi kemampuan di lapangan seperti gerakan-gerakan taktis sebagai bekal dalam pelaksanaan tugasnya nanti. “Ini penting, terutama bagi yang akan melaksanakan tugas di lapangan,” kata selah seorang instruktur.

Sementara Direktur Samapta Polda Bali Kombel Pol. I Wayan Pinatih selaku inspektur upacara menyiramkan kembang dan memasang baret kepada personel bintara remaja. “Kalian adalah generasi muda, tunjukan semangat dan loyalitas terhadap Polri dalam setiap pelaksanaan tugas nanti,” katanya.

Dia menjelaskan, polisi di Direktorat Samapta memiliki tugas dan tanggung jawab di bidang harkamtibmas serta sebagai back bone dalam tindakan pencegahan dan penanganan awal di tempat kejadian. Karena itu , mereka dituntut mampu memunculkan dan mengaplikasikan terobosan kreatif untuk menjamin tetap terpeliharanya situasi kamtibmas yang kondusif.

Perwira melati tiga ini menambahkan, terkait paham atau kelompok anti Pancasila, radikalisme, intoleransi, dan terorisme yang berkembang saat ini, Direktorat Samapta Polda Bali sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dituntut meningkatkan kemampuan profesionalisme dalam menghadapi tantangan tugas walaupun dengan risiko yang sangat tinggi.

Melalui pelatihan kemampuan fungsi Samapta ini, kata dia, bintara remaja dapat mengetahui pelaksanaan tugas Polri secara nyata di lapangan dan membandingkan dengan teori yang telah didapat saat mengikuti pendidikan di SPN. Sehingga, nantinya dapat bersikap profesional, proporsional, dan mampu memberikan pertolongan, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Para bintara remaja yang sudah mengikuti pelaksanaan latihan agar mengaplikasikan materi-materi yang diberikan para instruktur dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga terwujud Polisi Sabhara yang promoter (profesional, modern, terpercaya),” katanya. (*)