Pelajar Bali Raih 4 Medali Emas WYIE 2018 di Malaysia

oleh
Para pelajar Bali yang meraih medali dalam lomba World Youth Invention Expo 2018 di Kualalumpur, Malaysia. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Pelajar Bali kembali menoreh prestasi tingkat internasional di bidang pendidikan. Mereka meraih empat medali emas dan satu penghargaan khusus  dalam lomba World Youth Invention Expo (WYIE) 2018  yang berlangsung di Kualalumpur, Malaysia. Selain itu, mereka juga menyabet 1 perak dan 1 perunggu dalam lomba penelitian yang berlangsung pada 9 -12 Mei 2018.

Lomba tersebut melibatkan 600 peserta dari  17 negara di Asia dan Eropa. Lomba itu diikuti pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, dosen, dan kalangan industri.

Salah satu medali emas tersebut dipersembahkan oleh Sintia Arnita Damayani dan Putu Berliana Putri. Siswa SMAN 3 Denpasar itu membawakan penelitian dengan judul “Bioplastik dari Limbah Kulit Salak dan Bakteri Nata De Coco”.

“Jadi, perasaan saya saat mendapat gold award pada perlombaan WYIE tentu sangat bangga, senang sekaligus terharu. Karena keinginan saya untuk mendapatkan gold medal akhirnya terwujud, terutama bisa menjadi perwakilan dari Bali, terutama sekolah,” ujar Berliana, Senin (14/5/2018).

Berliana mengakui banyak tantangan saat melakukan penelitian. Mulai dari masalah pengaturan waktu penelitian hingga permasalahan peralatan seperti oven. Tantangan lainnya, masalah ketersediaan bahan dan biaya yang tidak sedikit.

Pada sisi lain, Berliana mengaku bangga karena mampu mengembangkan bioplastik yang ramah lingkungan dan menggunakan bahan alami yang tidak merusak alam serta lebih cepat terurai di tanah dibandingkan plastik konvensional.

“Cepat larut di dalam air merupakan alternatif dari plastik konvensional,  tahan terhadap jamur, dapat mengolah salak khususnya pada bagian kulitnya, tidak mudah putus dan fleksibel, serta keunggulannya juga dapat dibentuk sesuai dengan keinginan,” papar Berliana.

Penghargaan emas lainnya disumbangkan tim SMPN 3 Denpasar yang terdiri dari Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya, I Gusti Gede Agung Aditya Adnyana Putra, dan I Ketut Cahaya Tirta Dharma Putra. Ketiga siswa tersebut membawakan penelitian dengan judul  “Fiber dari Limbah Daun Tanaman Ketapang Sebagai Biometerial Badan Kendaraan”.

“Perasaan saya senang dan bangga dapat mengharumkan namabangsa dan negara Indonesia. Apalagi waktu Februari lalu, saya lomba di Malaysia hanya dapat perak. Jadi, saya bersyukur akhirnya saya berhasil dapat emas di Malaysia pada lomba ini. Keunggulan penelitian saya, produknya kuat, ringan, ramah lingkungan,” ungkap Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya.

Medali emas juga disumbangkan oleh tim SMAN 6 Denpasar dan tim SMP Nusa Dua. Selain mendapatkan emas, tim SMP Nusa Dua juga mendapatkan penghargaan khusus. Tim SMP Nusa Dua yang mendapatkan penghargaan khusus terdiri dari Ni Putu Prisilia Amanda Putri, Putu Ayu Sukma Pratiwi, Putu Dita Widiantari, Vina Maulina Rovika, dan Ronald Fitrah Satria Akbar.

Tim SMP Nusa Dua juga berhasil meraih 1 perunggu. Sedangkan perak dipersembahkan oleh tim SMAN 2 Denpasar. (*/Sir)