Patung Garuda Wisnu Kencana Jadi Ikon Baru Pariwisata Bali

oleh
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghadiri prosesi upacara pemelaspasan patung Garuda Wisnu Kencana di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Rabu (8/8/2018). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Pembangunan patung  Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, akhirnya rampung. Pembangunan patung ini membutuhkan waktu selama 28 tahun.

Sebelum diresmikan dan digunakan, menurut kepercayaan agama Hindu, patung tersebut harus dibersihkan atau disucikan dalam prosesi upacara pemelaspasan dan nyimpen pedagingan. Untuk itu, acara Pemelaspasan  Lan Pemahayu Wewidangan GWK Di Dasari Pecaruan RSI GANA, Panca Rupa, Penyakap Karang dan Ngedeng Tanah Ngurug Palemahan tersebut digelar pada Rabu (8/8/2018).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dan sejumlah pejabat lainnya hadir dalam uparacara tersebut.

Kepada wartawan, Gubernur Pastika mengungkapkan, rampungnya pembangunan patung GWK diharapkan bisa menjadi ikon baru bagi pariwisata Bali. Selain itu, adanya patung ini juga dapat memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat Bali serta masyarakat Indonesia dalam memajukan iklim pariwisata, khususnya Bali.

Untuk itu, Pastika berharap semua pihak dapat menjaga patung GWK dengan baik, sehingga tetap berdiri kokoh dan dapat dinikmati oleh setiap orang yang ada di Bali.

Selain itu, Pastika juga menjawab terkait kekhawatiran masyarakat di tengah gempa yang melanda NTB dan Bali saat ini. Menurut dia, safety yang telah dirancang dan dibangun pada patung GWK tersebut sudah memenuhi standar keamanan internasional dan juga sudah memenuhi standar bangunan tahan gempa.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, karena keamanan patung ini sudah memenuhi standar tahan gempa. Jadi, akan tetap berdiri kokoh. Untuk itu, saya minta masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan karya seni masyarakat kita ini,” pungkasnya.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Presiden Komisaris PT Garuda Adhimatra Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma, dilaksanakan prosesi upacara pemelaspas yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Mas Pratama dari Griya Tegeh Abiansemal, Ida Pedanda Gede Ngurah Putra Keninten dari Griya Kediri Sangeh, dan Ida Pedanda Gede Jelantik Giri dari Griya Peliatan Ubud. (*)