Pastika Kembali Anggarkan Dana 2.000 Unit Bedah Rumah, Tapi Ada Syaratnya

oleh
Gubernur Bali Made Mangku Pastika meninjau salah satu penerima bantuan bedah rumah di Desa Gobleg, Buleleng, Minggu (8/4/2018). (Ist)
banner 300250

Buleleng, suarabali.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika kembali menganggarkan dana untuk program bedah rumah sebanyak 2.000 unit pada tahun 2019. Namun, program ini dapat dilanjutkan dengan syarat Gubernur Bali yang nanti terpilih pada Pilgub Bali 2018 besedia menyetujuinya.

Gubernur Pastika mengatakan program bedah rumah tersebut bertujuan untuk menanggulangi masyarakat miskin yang belum menerima bantuan bedah rumah.

“Program bedah rumah ini diharapkan benar-benar tuntas tanpa ada yang tercecer,” kata Made Mangku Pastika yang didampingi istrinya, Ayu Pastika, saat meninjau salah satu penerima bantuan bedah rumah di Desa Gobleg, Buleleng, Minggu (8/4/2018).

“Untuk anggaran 2019, saya masih ikut merancang itu. Jika Gubernur baru setuju, saya punya rencana akan menganggarkan 2.000 unit untuk memenuhi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan bedah rumah,” jelas Pastika.

Awalnya, Pastika mengira program bedah rumah sudah tuntas pada tahun 2017. Namun, apa yang dia lihat di lapangan, ternyata masih banyak yang belum mendapatkan bantuan tersebut. Hal itulah yang mendasari Gubernur Pastika menganggarkan bantuan bedah rumah pada 2019.

“Tahun 2017, menurut data BPS, masih ada 1.682 dan itu sudah diselesaikan. Tapi, ternyata masih ada. Inilah seringkali terjadi ketimpangan antara data BPS dengan kondisi riilnya,” ungkap Pastika.

Selama hampir 10 tahun kepemimpinan Pastika, Pemprov Bali sudah membantu bedah rumah sebanyak 29.000 unit di seluruh Bali.

“Awalnya saya mengira hanya 20.000, tapi kenyataannya lebih banyak dari itu. Ini adalah suatu fakta bahwa masyarakat kita hidupnya tidak seindah apa yang kita perkirakan dan ini satu pelajaran bagi kita semua,” tegasnya.

Sementara penerima bedah rumah yang dikunjungi Gubernur Pastika, Kadek Santika berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Walaupun dalam pengerjaannya sempat terkendala mahalnya harga bahan-bahan bangunan akibat erupsi Gunung Agung, Santika tetap bersyukur karena akhirnya bisa memiliki rumah yang layak bagi istrinya, Wayan Sekar, dan anaknya Putu Bintang yang masih duduk di kelas 4 SD. (*/Sir)