Pastika: Bali Siap Hadapi Kemungkinan Terburuk Gunung Agung

oleh
Pastika melakukan kunjungan ke beberapa lokasi penampungan pengungsi di antaranya GOR Sweca Pura Klungkung, Lapangan Ulakan Kecamatan Manggis, Pos Komando Induk di Pelabuhan Tanah Ampo, Kamis (21/9).
banner 300250

DENPASAR, SUARABALI.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika memerintahkan agar segera membangun tenda pengungsian dan mempersiapkan segala keperluan menghadapi kemungkinan letusan Gunung Agung. Untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana, Pastika melakukan kunjungan ke beberapa lokasi penampungan pengungsi di antaranya GOR Sweca Pura Klungkung, Lapangan Ulakan Kecamatan Manggis, Pos Komando Induk di Pelabuhan Tanah Ampo, Kamis (21/9).

Setelah melihat secara langsung, Pastika memastikan, Bali siap menghadapi kondisi terburuk apabila terjadi erupsi Gunung Agung.

“Kesiapan kita dari dua (lokasi) ini saja, yang di Buleleng di Desa Les, Desa Sambirenteng dan Desa Tembok saya dengar juga sudah siap. Oleh karena itu kita laporkan kepada seluruh warga baik Bali maupun Indonesia termasuk dunia internasional, bahwa kita sudah siap untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Kita semua berdoa, berharap tidak pernah terjadi bencana. Namun, kita sudah siap untuk menghadapi yang terburuk. Hope for the best prepare for the worst,” kata Pastika.

Pastika menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) seluruh Bali sudah dikerahkan, dibagi dalam zona-zona. Hal itu dilakukan untuk memudahkan koordinasi dan pelaksanaan tugas kegawatdaruratan. Selain itu, ditetapkan pula Pos Komando Tanggap Darurat Bencana di Pelabuhan Tanah Ampo yang dipimpin langsung oleh Bupati Karangasem.

Kesiapan lainnya dari segi peralatan, seperti tenda-tenda pengungsi, dapur umum, fasilitas kesehatan dan juga dukungan bahan logistik bagi pengungsi.

“Kepala BNPB sudah bertemu saya, menyatakan kesiapannya untuk mendukung operasi ini. Kalau kurang biaya mereka siapkan, kurang peralatan mereka siapkan, kemampuan teknis juga mereka siapkan. Oleh karena itu sekali lagi tidak perlu khawatir,” ujar Pastika.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar mengungsi demi meminimalisasi adanya korban jiwa. Pastika juga meminta agar para lansia, ibu hamil, orang cacat, orang dengan gangguan jiwa, anak-anak atau balita dengan sukarela untuk mau dievakuasi.

“Tempat evakuasinya nyaman kok, anak-anak sekolah kita titipkan di sekolah terdekat, yang sakit kita rawat, semua sudah siap. Kita optimistis bisa meminimaliasi sekecil mungkin kerusakan yang terjadi,” katanya.

Selain itu, Gubernur Pastika di dampingi Bupati Karangasem, IGA Mas Sumantri juga mengunjungi pengungsi di Wantilan Pura Puseh Banjar Tabola Desa Sidemen. Sampai malam ini, menurut Bupati Karangasem Mas Sumantri, terdata pengungsi dari desa-desa pada radius 6 kilometer dari kawah Gunung Agung yang mengungsi di Kecamatan Sidemen mencapai 507 orang berada di Desa Tabola dan Desa Sangkan Gunung. Pada kesempatan tersebut Pastika memastikan ketersediaan matras, selimut, makanan bayi, MCK, air minum, dan tim kesehatan.

Pihaknya juga memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk melaksanakan Safari Kesehatan di lokasi-lokasi pengungsian untuk memaksimalkan dan mendekatkan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Pastika juga menyempatkan bersantap  sajian yang dimasak tim dapur umum bersama-sama para pengungsi di Wantilan Pura Puseh Banjar Tabola.(arn)