Pasar Agung Peninjoan Jadi Percontohan SNI Pasar Rakyat Indonesia

oleh
Pasar Agung Paninjoan
banner 300250
Denpasar , suarabali.com – Pasar Agung Peninjoan, Desa Peguyangan Kangin menjadi salah satu pasar tradisional yang dikelola secara modern di Kota Denpasar. Hal ini merupakan bagian dari program revitalisasi pasar rakyat yang getol dilakukan pemerintah saat ini .
Dari penataan fisik hingga pengelolaannya, menjadikan Pasar Agung Peninjoan sebagai salah satu pasar percontohan di Indonesia yang di tahun 2017ini mendapat verifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat.

Tiga orang Tim Verifikasi SNI Pasar Rakyat dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memberikan pendampingan kepada pengelola Pasar Agung Peninjoan.

“Kami hadir memberikan pendampingan kepada Pasar Agung Peninjoan atas pelaksanaan program SNI Pasar Rakyat Indonesia,’’ ujar Michael IJ dari Tim Verifikasi SNI Pasar Rakyat Kemendag RI, Rabu (8/11).

Menurut Michael, ada delapan pasar rakyat yang diberikan pendampingan dari Kemendag, yakni di Kota Palembang dan Kota Denpasar. Pasar Agung menjadi salah satu pasar dengan standarisasi terbesar di luar Pulau Jawa yang dilakukan verifikasi SNI Pasar Rakyat Tahun 2017.

Hal ini juga tak terlepas dari Pasar Agung menjadi pasar percontohan di Indonesia dengan persyaratan sertifikasi yang telah dilakukan meliputi persyaratan umum terkait papan informasi, Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan, ruang menyusui, dan ruang kesehatan. Dari persyaratan ini sudah dipenuhi Pasar Agung, serta pada bulan Desember mendatang siap menjadi SNI Pasar Rakyat Indonesia.

“Kita harapkan pasar Agung menjadi pasar percontohan SNI Pasar Rakyat di Indonesia, dengan dukungan penuh yang telah diberikan Walikota Denpasar bersama seluruh jajaran Pemkot Denpasar,’’ ujarnya.

Sementara Sekda Kota Denpasar A. An Rai Iswara mengatakan program revitalisasi pasar rakyat telah menjadi komitmen Walikota Denpasar, yang diharapkan dapat berdampingan dengan pasar modern. Perbaikan infrastruktur lewat program revitalisasi yang memperhatikan aspek kebersihan, pengelolaan limbah, kenyamanan hingga aspek ruang ibu menyusui, hingga tempat bermain anak.

Disamping itu, kenyaman masyarakat dapat terus ditingkatkan dengan keramahan dan berinteraksi sosial dilingkungan pasar rakyat. Diharapkan revitalisasi pasar rakyat dapat merubah kesan kumuh dan becek saat musim hujan, serta keberadaannya mampu bersaing dari gempuran pasar modrn.

Tak sebatas pada peningkatan infrastruktur, namun juga memberikan akses permodalan hingga akses kemudahan ijin usaha kepada para pedagang dengan menggandeng lembaga perbankan, koperasi dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Terdapat 34 pasar rakyat yang ada disetiap desa, serta 15 pasar rakyat yang di kelola Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar.

“Tidak saja melakukan perbaikan fisik pasar hingga pemberdayaan pedagang dan pengelola pasar, namun juga program revitalisasi pasar  rakyat ini memberikan dampak dalam peningkatan ekonomi kerakyatan,’’ ujarnya.

Seperti revitalisasi Pasar Nyanggelan Panjer pada tahun 2017 ini mencapai omset rata-rata sebesar Rp. 6 miliar lebih per bulannya. Sebelum direvitalisasi pada Tahun 2013 capain omset hanya mencapai 2-3 milyar per bulan. Keberadaan pasar rakyat kali ini juga telah menjadi salah satu obyek city tour di Kota Denpasar, serta Pasar Sindu Sanur mendapatkan peringkat pertama dalam daftar trending atraksi di Asia Tenggara. (Drn)