Panglima TNI dan Kapolri Hadiri Peresmian Monumen Kapsul Waktu di Merauke

oleh
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat menghadiri peresmian Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua, Jumat (16/11/2018). (Ist)
banner 300250

Merauke, suarabali.com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mendampingi Presiden Joko Widodo dalam peresmian Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua, Jumat (16/11/2018).

Monumen Kapsul Waktu merupakan wujud mimpi anak-anak Indonesia yang terdiri dari 34 provinsi dengan 7 mimpi, yakni:

1.Sumber Daya Manusia yang kecerdasannya mengungguli bangsa-bangsa lain.
2. Masyarakat Indonesia yang menjungjung tinggi polarisme, berbudaya, relijius dan nilai-etika.
3. Indonesia sebagai pusat pendidikan teknologi dan peradaban.
4. Masyarakat dan aparatur pemerintah yang bebas dari perilaku korupsi
5. Membangun infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia.
6. Indonesia yang mandiri dan berpengaruh di Asia Pasifik
7. Indonesia menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia.

Ketujuh impian tersebut dimasukan ke dalam kapsul waktu dan akan dibuka pada tahun 2085 oleh para penerus bangsa lainnya.

Monumen yang kini menjadi landmark baru Kota Merauke ini mengadopsi unsur budaya Papua. Monumen ini berada di atas bangunan tugu yang terinspirasi dari Menara Perang Suku Dani dengan lima akses masuk bangunan yang merepresentasikan lima suku asli Merauke, yakni Malind, Muyu, Mandobo, Mappi, dan Auyu sebagai penjaga Monumen Kapsul Waktu.

Angka 17, 8 dan 45 yang ada di monumen ini memiliki makna tersendiri bagi Indonesia, yakni tanggal, bulan, dan tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Angka tersebut dipilih sebagai ukuran monumen, yakni lebar 17 meter, tinggi 8 meter, dan panjang 45 meter.

Bagian Monumen Kapsul Waktu ini juga dihiasi relief mengenai perjalanan Republik Indonesia, Pancasila, serta kebudayaan asli Papua. (*)