Pameran Seni ‘Celebration of the Future’ akan Digelar di Nusa Dua

oleh
Salah satu karya yang akan ditampilkan dalam Pameran seni rupa kontemporer bertajuk Celebration of the Future. (Ist)
banner 300250

Nusa Dua, suarabali.com – Pameran seni rupa kontemporer bertajuk Celebration of the Future akan diadakan ruang kreatif multifaset AB•BC Building, Nusa Dua, Bali. Pameran yang kali kedua ini akan dibuka pada Sabtu (15/12/2018) pukul 19.00 WIRA dan akan berlangsung 15 Januari 2019.

Dalam pameran tersebut, ada 47 seniman Indonesia yang akan menampilkan dialog yang berasal dari pemikiran dan ekspresi tentang nilai-nilai yang ditemukan di lingkungan sosial dan masa depannya.

Menurut Aria Gita Indira, penghubung media AB•BC Building, Celebration of the Future adalah pameran seni rupa kolektif dengan 47 seniman yang berasal dari tiga lokus gerakan seni di Indonesia, yakni  Bandung (10 seniman), Bali (20 seniman), dan Yogyakarta (17 seniman).

Pameran ini menghadirkan karya-karya seni rupa dalam bentuk seni media baru, instalasi, patung, objek, dan lukisan yang menampilkan isu-isu menarik yang berkaitan dengan seni, budaya, masyarakat, dan politik. “Juga mengundang pengunjung untuk bernegosiasi tentang arah di waktu yang akan datang,” katanya.

Pameran yang dikurasi oleh Rifky E­endy dan Ignatia Nilu ini menjadi jangkar baru bagi para seniman dan generasi muda untuk menghasilkan generasi yang berkontribusi menggerakkan cakrawala masa depan bagi publik global.

Pertunjukan Kecak kontemporer ‘Kebo Iwa Kecak Percussion’ juga akan disajikan pada malam pembukaan yang akan diadakan pada Sabtu, 15 Desember 2018, pukul 19.00 WITA. Di hari pembukaan, pengunjung diberikan akses gratis untuk melihat semua karya dalam pameran.

Namun, mulai 16 Desember 2018 sampai dengan penutupan, pameran dibuka setiap hari (10.00 – 22.00) dengan tiket masuk Rp 50 ribu untuk semua pengunjung berumur di atas 10 tahun.

Adapun nama-nama seniman undangan adalah Agugn Prabowo (Bali), Agus Sumiantara (Bali), Ayu Arista Murti (Yogyakarta), Budi Agung Kuswara (Bali), Citra Sasmita( Bali), Dedy Sufriadi (Yogyakarta), (Dian Suci Rahmawati (Yogyakarta), Dodit Artawan (Bali), Eldwin Pradipta (Bandung), Erwin Windu Pranata (Bandung), Etza Meisyara (Bandung), Geugeut Pangestu Sukandawinata (Bandung), Guntur Timur (Bandung), Hendra Priyandhani (Yogyakarta), I Dewa Ngakan Made Ardana (Yogyakarta).

I Gede Jaya Putra (Bali), I Gusti Agung Bagus Ari Maruta (Bali), I Gusti Ngurah Udianata (Rahman), I Gusti Ngurah Udiantara (Yogyakarta), I Ketut Teja Aswata (Bali), I Nengah Sujena (Bali), I Nyoman Arisana (Bali), I Putu Suanjaya (Yogyakarta), I Putu Wirantawan (Yogyakarta), I Wayan Suja (Bali), Iabadiou Piko (Yogyakarta), Iqi Qoror (Yogyakarta), Kadek Ardika (Bali), MA Roziq (Yogyakarta), Maharani Mancanegara Bandung), Meliantha Muliawan (Yogyakarta), Natisa Jones (Bali).

Ngakan Putu Agus Arta Wijaya (Yogyakarta), Ni Luh Pangestu Widya Sari (Bali), Putu Sastra Wibawa (Bali), Putu Wirantawan (Bali), Radhinal Indra (Bandung), Rendy Raka Pramudya (Bandung), Restu Ratnaningtyas (Yogyakarta), Restu Taufik Akbar (Bandung), Ronald Apriyan (Yogyakarta), Satya Cipta (Bali), Slinat (Bali), Taufik Ermas (Yogyakarta), Theresia Agustina Sitompul (Yogyakarta), Wayan Novi (Yogyakarta), and Willy Himawan (Bandung). (*)