Padi Hibrida Sembada 168 Tingkatkan Hasil Panen Petani di Ginyar

oleh
Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra menghadiri panen raya demplot varietas padi hibrida sembada 168 di Subak Tegallampit, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Gianyar, Jumat (22/11/2019). (ist)
banner 300250

Gianyar, suarabali.com – Para petani di Gianyar layak bergembira. Pasalnya, penanaman demplot padi varietas hibrida sembada 168 mampu meningkatkan hasil panen petani dari 7 ton per hektare menjadi 10 ton per hektare.

Peningkatan hasil panen tersebut terungkap saat panen raya demplot varietas padi hibrida sembada 168 di Subak Tegallampit, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Gianyar, Jumat (22/11/2019). Acara panen bersama itu dihadiri Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra.

Pekaseh Subak Tegallampit, I Made Gandra yang menemani Bupati Mahayastra saat memanen padi dengan alat panen combine harvester, mengatakan demplot padi hibrida sembada 168 seluas 10 hektare dengan 95 orang petani penggarap.

Dengan menanam varietas padi hibrida sembada 168 ini, pihaknya optimistis hasil panen akan jauh meningkat. Gandra juga menuturkan berbagai bantuan yang diterima petani di subaknya, di antaranya tahun 2017 bantuan traktor dan mesin perontok padi (dores), 2018 bantuan traktor dan combine harvester.

“Juga pembangunan jalan usaha tani dan perbaikan jalur irigasi,” ujar Gandra.

Itu sebabnya, pihaknya berterima kasih atas perhatian pemerintah, baik provinsi dan kabupaten, terhadap sektor pertanian.

Sementara Bupati Mahayastra berharap profesi petani ke depannya akan menjadi profesi yang mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat.  Untuk itu, Pemkab Gianyar di bawah kepemimpinannya memberi perhatian lebih pada sektor pertanian.

“Berbagai bantuan dan subsidi kita gelontorkan bagi petani. Saya berharap petani kita berdaya, petani jangan takut mengembangkan diri. Kedepan petani akan menjadi profesi yang akan menyejahterakan masyarakat,” papar Mahayastra.

Gianyar memang dikenal sebagai daerah seni dan daerah pariwisata. Namun, tanpa ditopang oleh sektor pertanian, pariwisata tidak akan berkembang. Oleh sebab itu, Bupati Mahayastra berharap petani tidak menjual lahannya dengan dalih nilai NJOP yang tinggi, yang berimbas pada tingginya pajak bumi dan bangunan.

“Oleh sebab itu, saya memberi perhatian yang tinggi pada para petani. Kedepannya saya kembangkan sektor pariwisata yang bersinergi dengan pertanian, sehingga pertanian maju seiring pariwisata,” tandasnya. (*)