Ogoh-ogoh dari Denpasar Utara Meraih Nilai Tertinggi

oleh
Ogoh-ogoh. (ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Ogoh-ogoh dari Banjar Dualang, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara, berhasil meraih nilai tertinggi dengan torehan nilai 91. Selain itu, ada 32 ogoh-ogoh yang masuk nominasi dan berhak mendapat uang pembinaan sebesar Rp 10 juta.

Ada 182 ogoh-ogoh yang mengikuti seleksi. Dari Kecamatan Denpasar Utara  sebanyak 48 ogoh-ogoh, 38 dari Kecamatan Denpasar Barat, 38 dari Kecamatan Denpasar Selatan, dan 58  dari Kecamatan Denpasar Timur.  Dari jumlah itu, ogoh-ogoh dari Banjar Dualang, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara berhasil meraih nilai tertinggi dengan torehan nilai 91.

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram mengatakan seluruh tahapan, mulai dari pendaftaran, penilaian hingga pengumuman hasil penilaian telah dilaksanakan sesuai ketentuan.

Sesuai jadwal yang telah ditentukan, Disbud Kota Denpasar mengumumkan 8 nominasi di masing-masing kecamatan yang keseluruhanya berjumlah 32 ogoh-ogoh untuk Kota Denpasar.

“Keseluruhan tahapan telah dilalui sesuai dengan prosedur. Hasilnya sesuai dengan penilaian dewan juri di lapangan, dan tentunya tidak dapat diganggu gugat,” kata Mataram, didampingi Kabid Kebudayaan sekaligus Ketua Panitia, Made Wedana.

Ogoh-ogoh yang berbahan dasar ramah lingkungan ini nantinya akan diserahkan kembali ke Desa Pakraman masing-masing untuk mengatur jalannya perayaan malam pangerupukan. Sehingga, perayaan malam pangerupukan dalam rangka menyambut Nyepi Caka 1940 ini dapat berjalan dengan lancar.

“Dinas Kebudayaan Kota Denpasar hanya melakukan penilaian.Setelah itu, seluruh ogoh-ogoh akan dikembalikan ke Desa Pakraman,” jelasnya.

Dari setiap kompetisi, kata Mataram, menang dan kalah adalah hal yang biasa. “Jadi, bagi 32 nominasi ogoh-ogoh yang beruntung kami sampaikan selamat. Sisanya yang belum beruntung harus besar hati dan terus berusaha di tahun depan dengan karya-karya kreatif sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya Bali,” paparnya.

Mataram juga mengimbau peserta pawai ogoh-ogoh untuk tidak mengonsumsi minuman keras dan alkohol sebelum atau saat mengarak ogoh-ogoh. Selain itu, pihaknya menekankan agar ogoh-ogoh tidak diletakkan di jalan raya setelah selesai diarak. “Karena, nanti Nyepi bertepatan dengan Saraswati. Maka, ketertiban perlu dijaga. Salah satunya dengan tidak meletakkan ogoh-ogoh di pinggir jalan, melainkan langsung dipralina,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, peraih 8 besar dari Denpasar Utara, yakni: Banjar Dualang meraih nilai 91, Banjar Sedana Merta (90,25), Mertagangga (89,37), Banjar Binoh Kelod (88,75), Banjar Ambengan (88,375), Banjar Tengah Ubung (87,25), Banjar Wangaya Klod (85,87), dan Banjar Gerenceng (84,62).

Dari Denpasar Barat, yakni: Banjar Abian Tegal (84,87), Banjar Alangkajeng Menak (83), Banjar Jematang (82,25), Banjar Suci (80,75), Banjar Tegal Agung (79), Banjar Pekandelan (78,87), Banjar Celagigendong (77,62), dan Banjar Gelogor (76,25).

Dari Denpasar Selatan, yakni: Banjar Belong Sanur (84,62), Banjar Ambengan (83,25), Banjar Gelogor Carik (82,62), Banjar Gaduh (82,25), Banjar Pegok (80,75), Banjar Lantang Bejuh (80,5), Banjar Gulingan (79.87), dan Banjar Panti (79,50).

Dari Denpasar Timur, yakni: Banjar Abiankapas Klod (84,42), Banjar Tegal Kuwalon (83), Banjar Peken (82,28), Banjar Kalah Penatih (81,85), Banjar Meranggi (81,71), Banjar Yangbatu Kauh (81), Banjar Cerancam (80,71), dan Banjar Sima (79,85). (Sir)