Nobar Film Pohon Terkenal, Potret Kehidupan Taruna-Taruni Akpol

oleh
Para pejabat tinggi di Kabupaten Kediri nonton bareng film Pohon Terkenal di bioskop Golden Theater Kediri, Senin (25/3/2019) malam. (Ist)
banner 300250

Kediri, suarabali.com – Siapa yang tak kenal dengan polisi?  Profesi ini termasuk pekerjaan yang paling populer di kalangan anak-anak saat ditanya cita-citanya saat dewasa kelak. Namun, pernahkah kita bayangkan bagaimana pendidikan yang dilakukan untuk menjadi seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia ini?

Sebuah film berjudul Pohon Terkenal pun dibuat dengan mengisahkan kehidupan para taruna-taruni di institusi Akademi Kepolisian (Akpol).

Senin (25/3/2019) malam di sebuah ruang gelap dengan deretan kursi berwarna merah yang tertata rapi di depan layar bioskop Golden Theater Kediri, Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu menikmati salah satu karya film Indonesia yang menceritakan Taruna-Taruni Akpol tersebut bersama Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Dandim 0809 Kediri Letkol Kav. Dwi Agung Sutrisno, Kajari Kota Kediri Drs. Martini, dan Ketua PN Kota Kediri Wahyu Iman Santoso.

Dalam film garapan sutradara Monty Tiwa itu, kisah bermula dari seorang pemuda bernama Bara Maulana, lulusan SMA dan belum ada pandangan akan menjadi seperti apa pada masa depannya, tiba-tiba bernazar akan mendaftar ke Akademi Kepolisian (Akpol) sesuai dengan keinginan ibunya yang kala itu sedang sakit. Alkisah pun dimulai.

Di setiap angkatan pendidikan Akpol, pasti ada yang mendapatkan julukan Pohon Terkenal, sebuah gelar yang diberikan kepada Taruna-Taruni Akpol yang sering membuat ulah. Bara yang sedari awal masuk ke Akpol untuk memenuhi harapan ibunya, menghabiskan masa remajanya dengan sedikit rasa terpaksa di Akpol. Saking seringnya membuat pelanggaran, gelar Pohon Terkenal pun resmi disandangnya.

Bara yang sempat putus asa beberapa kali mencoba melarikan diri. Namun, hadirnya seorang sahabat di sampingnya membuat Bara punya alasan dan semangat untuk tetap berada di Akpol. Adalah Ayu Sekar Wati, seorang taruni yang juga putri dari seorang Jenderal Polisi dan satu lagi taruna bernama Johanes Solossa.

Usai menyaksikan film Pohon Terkenal, Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu menyampaikan bahwa film tersebut memberikan edukasi untuk para pelajar yang ingin masuk Akademi Kepolisian.

“Masuk Akpol itu tidak ada prioritas khusus, jadi semua sama. Sekarang ini juga sudah ada taruni, sejak tahun 2008, sehingga dimungkinkan tidak hanya putra saja, tapi putri juga bisa masuk jadi taruni. Tadi digambarkan ada taruni anak jenderal, tapi dalam pendidikan diperlakukan sama. Ini adalah satu motivasi atau peluang untuk masuk Akpol,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi menjelaskan bahwa film Pohon Terkenal ini ditujukan untuk menyemangati adik-adik yang masih duduk di bangku SMA untuk mendaftar ke Akpol, karena sifatnya terbuka dan siapapun memiliki kesempatan yang sama.

“Siapapun bisa diterima di Akademi Kepolisian asal sesuai dengan persyaratan dan melalui tes-tes yang ada. Dari siapapun, dari kalangan manapun bisa mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian,” jelasnya.

Satu lagi kesan-kesan terkait film tersebut disampaikan oleh Dandim 0809 Kediri Letkol Kav. Dwi Agung Sutrisno. “Film Pohon Terkenal tadi menarik sekali. Tentunya ini menjadi motivasi dan semangat generasi muda untuk ikut memiliki cita-cita dalam membela bangsa dan negara, salah satunya di Akpol ini. Ternyata di dalamnya penuh dengan dinamika, tidak menyeramkan seperti yang dibayangkan selama ini. Sangat positif sekali,” ungkapnya.

Nampak hadir pula ratusan anggota Kepolisan Resort Kediri Kota dan Ibu-Ibu Bhayangkari Kota Kediri. (*)