Nilai Seni Keramik Jenggala Tak Kalah dari Keramik China

oleh
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih saat meninjau Pusat Kerajinan Keramik Jenggala di Denpasar. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menyoroti serbuan keramik impor dari China ke Indonesia. Dari segi harga, menurut dia, keramik Bali memang kalah dibandingkan keramik dari China. Namun, dilihat dan dibandingkan nilai seninya, hasil akhir keramik Bali memiliki nilai seni yang tinggi mengingat terdapat sentuhan budaya Bali dalam keindahan keramiknya.

“Meskipun handmade, keramik di Jenggala, Bali memiliki kelebihan, yaitu dari segi hasil akhir keramik yang memiliki nilai seni yang tinggi. Keramik karya seniman Bali banyak dikoleksi dan dipesan langsung oleh hotel-hotel bintang lima, sehingga mampu bersaing dari serbuan keramik impor dari China,” tutur Gde Sumarjaya Linggih saat meninjau Pusat Kerajinan Keramik Jenggala di Denpasar, belum lama ini.

Dia menjelaskan, posisi Bali yang menjadi tujuan wisatawan dunia menjadi salah satu nilai tambah dalam pemasaran keramik di Jenggala. Banyak wisatawan asing maupun lokal yang langsung berkunjung ke pusat kerajinan.

“Banyak wisatawan yang berkunjung ke Keramik Jenggala ini, wisatawan juga bisa langsung melihat proses pembuatan keramik di sini,” tutur politisi dapil Bali ini.

Sementara anggota Komisi VI lainnya, I Nyoman Parta mengatakan kerajinan keramik di Jenggala banyak jenisnya. Pembeli memiliki banyak pilihan ketika ingin membeli keramik. Dia juga mengapresiasi perhatian perusahaan terhadap karyawan yang bekerja di pabrik keramik tersebut, karena sudah memberikan upah di atas upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Bali.

“Saya sangat senang melihat perhatian pemilik perusahaan ke pekerja. Tidak hanya memberikan upah di atas UMK Bali, mereka juga menanggung kepesertaan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk para pekerja,” tutur Nyoman. (*)