Nelayan Temukan Sekoci Milik WNA di Pandawa Kutuh

oleh
Sekoci Blue FIN milik Toby Alan Wharton, warga negara Australia, ditemukan nelayan di perairan Pandawa Kutuh, Minggu (3/11/2019). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Sekoci Blue FIN milik Toby Alan Wharton, warga negara Australia, yang dikabarkan hilang pada Selasa (29/10/2019) akhirnya ditemukan terombang-ambing di perairan Pandawa Kutuh, Minggu (3/11/2019) pukul 11.00 WITA.

Penemuan sekoci tersebut berkat informasi dari seorang nelayan yang sedang ikan. Nelayan yang diketahui bernama Made Ageng (34) itu melihat sekoci dengan ciri-ciri yang sesuai dengan sekoci milik WNA Austarlia tersebut terombang-ambing di perairan Pandawa Kutuh.

Berbekal informasi diketahui dari media sosial, Made Ageng langsung menghubungi Iptu I Nyoman Nuada dan selanjutnya menginformasikan ke piket Gakkum Dit Polairud Polda Bali pada Minggu (3/11/2019).

“Laporan langsung kami terima. Tim gabungan Dit Polairud langsung melaksanakan pengecekan ke perairan Pandawa Kutuh dengan menggunakan Kapal Patroli XI-2010 Tanjung Geger yang di nakhodai Bripka I Gusti Putu Sunarjaya,” kata Kasubdit Gakkum AKBP Swittanto Prasetyo di Markas Komando (Mako) Direktorat Polairud Polda Bali.

“Setelah dilakukan pengecekan ternyata benar bahwa sekoci tersebut milik WNA Austarlia yang hilang pada saat ditambat di kapal di perairan Mertasari,” imbuhnya.

Setelah tim bertemu dengan Made Ageng di lokasi penemuan, sekoci Blue FIN itu sedang ditarik mengguna boat Napoleon untuk memancing di perairan Uluwatu bersama tamu asing, di perairan Pantai Pandawa Kutuh yang berjarak  kurang lebih 2 mil laut.

Kemudian KP.XI-2010 menarik sekoci tersebut dan dititipkan di gudang Water Sport Pandawa Tanjung Benoa untuk selanjutnya akan diserahkan kepada pemiliknya di Dit Polairud Polda Bali.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat nelayan yang peduli melaporkan kepada kepolisian kejadian penemuan sekoci yang hilang tersebut. Ini juga berkat peran media sosial yang mengabarkan kejadian tersebut dan direspon oleh masyarakat dengan baik,” pungkasnya. (*)