Musim Panas, Jamaah Haji Harus Rajin Semprot Wajahnya dengan Air

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Madinah, suarabali.com – Kementerian Kesehatan mengingatkan agar jamaah haji menjaga kesehatannya mengingat musim haji saat ini bertepatan dengan musim panas. Maka, semprotan air ke muka sangat dianjurkan untuk segera digunakan.

“Kepada keluarga atau siapapun yang tahun ini berangkat haji untuk mengingatkan jamaah haji agar menggunakan semprotan, karena dapat menjaga kelembaban kulit dan saluran pernapasan kita,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka pada acara jumpa pers di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah, Arab Saudi, Sabtu (21/7/2018).

Saat itu Eka didampingi oleh Kasi Kesehatan Madinah dan Direktur Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Madinah. Dalam kunjungan dua hari di Tanah Suci, Eka memantau kesehatan jamaah baik di klinik, masjid, hotel, maupun bandara.

“Tadi saya ke masjid menemukan belum semua jamaah haji yang menggunakan semprotan dan keluar tanpa alas kaki,” ungkap Eka. Jamaah tersebut kemudian mendapatkan sandal yang sudah disiapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Kemenkes RI.

Adapun mekanisme pembagian sandal sudah diperhitungkan dan disiapkan timnya.

“Kita siapkan 10% sandal dari total jamaah yaitu sebanyak 20.400 pasang. Mekanismenya adalah tidak seperti yang dibayangkan, digelar di masjid kemudian jamaah berbondong-bondong mengambil. Bukan seperti itu. Tim akan mengobservasi untuk melihat di masjid atau di tempat umum seperti bandara. Nanti petugas bisa lihat dan memberikan sandal tersebut,” jelas Eka.

Untuk itu, Eka berterima kasih kepada seluruh petugas haji yang terintegrasi dalam memberikan pelayanan umum kepada jamaah.

“Saya mohon doa kepada seluruh masyarakat Indonesia agar penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar. Jamaah haji sehat dan kembali menjadi haji mabrur,” kata Eka.

Pada kesempatan tersebut, Eka juga mengingatkan soal banyaknya kasus dehidrasi yang ditangani di KKHI Madinah.

“Kasus yang terbanyak sampai saat ini adalah dehidrasi dan semoga bisa ditangani semua. Dehidrasi ini bisa membuat orang linglung atau lupa, maka banyak minum. Minimal dua liter setiap hari, baik di Madinah maupun di Makkah nanti. Pakai air zamzam juga boleh. Jangan lupa semprotan air yang diberikan dalam perbekalan kesehatan di Tanah Air juga bisa digunakan untuk menyemprot selain untuk menjadi botol minum,” jela Eka. (*)