Merampok Money Changer di Bali, Pria Asal Jakarta Ini Terancam 9 Tahun Penjara

oleh
Gigih Andita mengaku terpaksa merampok money changer karena kehabisan bekal selama berada di Bali. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Anggota Polsek Denpasar menangkap seorang pria asal Jakarta yang hendak merampok money changer di Jalan Pulau Tarakan No. 162, Denpasar, Minggu (21/7/2019) sekitar pukul 16.00 WITA. Dalam aksinya, pria bernama Gigih Andita (31) menusuk karyawan money changer tersebut.

“Pelaku berpura-pura menjadi karyawan PLN yang melakukan pengecekan listrik. Saat korban lengah, pelaku menodongkan pisau,” kata Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono, didampingi Kapolsek Denpasar Barat AKP G.A.A Udayani Addi, kepada wartawan, Senin (22/7/2019).

Sehari sebelum beraksi, Benny menjelaskan, Gigih Andita mendatangi money changer untuk menukar uang 1 dolar AS miliknya. Kesempatan itu dia gunakan untuk memantau situasi di money changer tersebut.

Esoknya, Gigih Andita kembali lagi dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat DK 6404 DL. “Pelaku masuk ke money changer dan berpura pura sebagai karyawan PLN dengan maksud mau mengecek meteran listrik,” kata Benny Pramono.

Saat masuk ke dalam money changer, Gigih langsung menodong Lalu Muhammad Buhari (25) dengan pisau. Namun, korban melawan sehingga kena tiga tusukan di bagian perut dan pinggang. Korban yang mengalami luka tusuk berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar.

“Korban sempat meminta bantuan warga sekitar. Karena takut, pelaku tidak berani keluar sampai polisi datang mengamankan pelaku,” tutu Benny.

Kepada polisi, Gigih Andita mengaku terpaksa merampok lantaran kehabisan bekal saat berada di Bali selama dua pekan. Dari tangan Gigih, polisi menyita barang bukti berupa sebilah pisau, tas, dan sepeda motor.

Saat ini Gigih ditahan polisi. Dia dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (*)