Menurut Sains, Berapa Harikah Waktu Dibutuhkan Buat Liburan?

oleh
banner 300250

Suarabali.com – Hampir separuh usia pekerja di Amerika Serikat membuang percuma hari libur yang tidak terpakai, dan ketika mereka berlibur, mereka cenderung hanya mengambil cuti liburan empat hari.

Sudah waktunya untuk mengubah semua itu. Dan sains membuktikan sebaiknya berapa lama kita mengambilcutilibur?. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam ‘Journal of Happiness Studies’, waktu ideal liburan adalah delapan hari cuti.

Seperti yang dicatat oleh para periset, wisatawan akan merasakan peningkatan kebahagiaan selama beberapa hari pertama liburan, dengan perasaan memuncak pada hari kedelapan, The Times-Picayune menjelaskan. Selain itu, perjalanan delapan hari memberi banyak waktu kepada para pelancong untuk membuang kepenatan, mendapatkan kenyamanan mereka, dan menyelesaikan rutinitas baru yang lebih santai.

Setelah hari kedelapan, getaran positif dan manfaat kesehatan mulai melorot, menurut temuan para peneliti.

Seperti yang dicatat oleh para peneliti dalam kesimpulan mereka, “Butuh beberapa waktu untuk meredam kelelahan masa kerja yang penuh tekanan dan menyesuaikan diri dengan liburan.”

Dan manfaat dari liburan delapan hari mungkin sangat berharga dari pengorbanan, karena pelancong akan mendapati mereka tidur lebih nyenyak, merasa stres berkurang, dan mengalami keseluruhan perasaan sehat setelah kembali ke rumah.

Dan sungguh, karena alasan ini, kita semua harus merencanakan liburan lebih lama.

“Mempertanyakan, mengapa kita harus berulang kali butuh liburan adalah … sebanding dengan bertanya mengapa kita harus tidur, mengingat kenyataan bahwa kita pasti akan lelah lagi,” catat studi tersebut.

Tapi ini tidak berarti Anda perlu mengemasi tas Anda untuk liburan di seluruh dunia. Bahkan orang-orang yang memilih untuk liburan tetap dekat dengan rumah, Akan memperoleh kebugaran fisik dan manfaat psikologis yang sama.

Cukup meluangkan waktu jauh dari apa yang membuat keluarnya stres, baik itu pekerjaan atau tanggung jawab di sekitar rumah, kemungkinan akan memberi manfaat positif yang sama seperti perjalanan delapan hari ke luar negeri. Tentu saja, melepaskan sebagian besar rutinitas normal dapat membantu mengalami beberapa tujuan menarik yang menyegarkan. (Hsg)