Menkes: Manfaat Urin Unta Belum Dapat Dibuktikan

oleh
Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap perilaku yang di luar kebiasaan dan memiliki risiko kesehatan yang manfaatnya belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Satu di antaranya, perilaku meminum air kencing unta.

“Mungkin bisa, tapi memang perlu kita teliti betul ada apa di dalam urin ini. Mungkin tidak semua bisa diambil. Mungkin ada beberapa zat yang bisa digunakan untuk apa. Tapi, kalau langsung diminum, saya kira tidak, di dalamnya ada bakteri-bakteri. Saya kira secara ilmiah itu perlu diteliti dulu,” tutur Nila Farid Moeloek kepada wartawan usai jumpa pers Awal Tahun Capaian Program Kesehatan 2017 RI di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu sore (10/1/2018).

Perlu diketahui bahwa urin atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal, yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi oleh organ ginjal.

Upaya Kemenkes untuk menyerukan agar masyarakat mengindari perilaku berisiko kesehatan cukup beralasan, mengingat hal ini merupakan upaya Kemenkes untuk mencegah masyarakat terkena penyakit saluran pernapasan oleh virus korona atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) yang masih ada di Arab Saudi.

Adapun perilaku yang perlu dihindari agar terhindar dari MERS-CoV tersebut, antara lain, melakukan kontak dekat dengan hewan (terutama unta), minum susu unta mentah atau air kencing unta, atau makan daging unta yang belum dimasak dengan matang. (Sir)