Mengenal Lebih Dekat Sosok Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa

oleh
Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa. (Foto: Bem)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa resmi menjabat Komandan Jenderal Kopassus (Danjen Kopassus). Tongkat komando Korps Baret Merah telah diserahterimakan dari Mayjen TNI Eko Margiyono kepada Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa pada acara penyerahan Satuan Kopassus di Lapangan Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (1/2/2019).

Dikutip dari rilis Puspen TNI, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa lahir di Buleleng, Bali, 26 Juni 1967. Dia merupakan lulusan terbaik Akademi Militer 1990 dari Kecabangan Infanteri serta menyabet penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama.

Nyoman Cantiasa pernah berdinas di Batalyon Linud (Para Raider) 328/Dirgahayu Kostrad. Karier ayah dua anak ini banyak dijalani di lingkungan Korps Baret Merah, khususnya di satuan elite Kopassus,  Satuan 81 Kopassus (Gultor).

Tidak tanggung-tanggung, Cantiasa lama bergabung dengan Batalyon Aksi Khusus (Aksus) yang kini dinamai Batalyon 811. Di batalyon ini, Cantiasa sempat menjadi Komandan Batalyon pada 2006, setelah sebelumnya menamatkan Sesko TNI AD pada 2004.

Usai dipercaya sebagai Dansesko Pusdikpassus serta Dandenma Kopassus, Cantiasa juga meraih jabatan puncak di lingkungan Sat-81 Kopassus dengan menjadi Komandan Sat-81 Kopassus pada 2010-2012 dan meraih pangkat kolonel.

Berikutnya, Nyoman Cantiasa dipercaya menjabat sebagai Komandan Pusdikpassus pada 2012-2013 sebelumnya akhirnya mengikuti pendidikan Sesko TNI pada 2014. Selesai Sesko TNI, Nyoman Cantiasa dipercaya menjabat sebagai Komandan Resimen Taruna Akademi Militer.

Babak baru dalam perjalanan kariernya dimulai pada 2015, setelah lebih dari dua dasawarsa kariernya banyak dihabiskan di lingkungan satuan tempur. Cantiasa menjalani karier di satuan teritorial sebagai Komandan Korem 163/Wirasatya, Kodam IX/Udayana.

BACA JUGA:

Perjalanan karier berikutnya membawa Nyoman Cantiasa meraih pangkat bintang satu (Brigjen TNI) saat dipercaya menjabat Komandan Korem 173/Praja Vira Braja, Kodam XVII/Cendrawasih, dilanjutkan dengan kepercayaan menjabat sebagai Kasdam XVII/Cendrawasih pada 2017.

Setahun kemudian, pangkat bintang dua (Mayjen TNI) diraihnya pada 2018 saat dipilih menjadi Pati Sahli Tk.III Bid. Polkamnas Panglima TNI, sebelum akhirnya dipercaya sebagai Komandan Jenderal ke-31 Komando Pasukan Khusus.

Lama berdinas di Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa pun ‘lulus penugasan wajib’ bagi setiap personel Kopassus pada masa lalu, yakni menjalani tugas operasi di Irian Jaya (Papua), Timor-Timur, dan Aceh.

Bekalnya mumpuni. Selain pendidikan komando, dia juga lulus pendidikan pengembangan spesialisasi untuk free fall, Penanggulangan Teror (Gultor), serta Suspa Intel Analis. Tak hanya di dalam negeri, penugasan di luar negeri seperti ke Kamboja, Jerman, Australia, Korea Selatan hingga Prancis pernah dia jalani.

Saat memimpin Kontingan Indonesia dalam Lomba Tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-16 di Hanoi, Vietnam, Cantiasa pun sukses melanjutkan tradisi juara umum dengan raihan 24 medali emas, 10 perak, 9 perunggu, dan 15 trofi.

Sejumlah penghargaan dan satya lencana juga diraih Cantiasa. Di antaranya, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana GOM VIII/Dharma Bahkti, Satya Lencana GOM IX/Raksaka Dharm, Satya Lencana Dwidya Sistha.

Penghargaan lain yang berhasil diraihnya adalah Karya Tulis Terbaik Pendidikan Reguler XLI Sesko TNI pada 2014. Dalam karya tulis ini, Nyoman Cantiasa menyampaikan gagasan untuk membentuk komando operasi gabungan pasukan elite antar matra, baik TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. (Bem/Sir)