Mengenal Indonesia Lewat Pavilion Indonesia di IMF-WB Annual Meeting

oleh
Pameran Indonesia Pavilion digelar di The Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober 2018. (Ist)
banner 300250

Nusa Dua, suarabali.com – Keberadaan Pavilion Indonesia di perhelatan Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank Group 2018 (AM IMF-WBG 2018) mencuri perhatian pengunjung. Pavilion Indonesia adalah salah satu ajang promosi Indonesia kepada para peserta AM IMF-WBG 2018.

Berbagai seni, kerajinan tangan, dan capaian pembangunan Indonesia dipamerkan di pavilion ini. Bertempat di The Westin Hotel, Nusa Dua Bali, Indonesia Pavilion berlangsung pada 8-14 Oktober 2018.

Staf Khusus II Menteri BUMN Judith Dipodiputro mengatakan tujuan dari Indonesia Pavilion ini untuk mengenalkan Indonesia di mata dunia. “Pavilion Indonesia ini sebenarnya suatu event bersejarah di IMF. Penyelenggaraan AM IMF-WBG 2018 adalah suatu yang bersejarah bagi IMF sendiri, karena pertama kali ada event sebesar ini. Indonesia juga sesuatu yang quite historical, karena pertama kali diadakan pavilion dari negara yang menyelenggarakan, tujuannya adalah memperlihatkan posisi Indonesia,” ujarnya.

Sebagai penanggung jawab Indonesia Pavilion, Judit mengatakan tema ini diangkat agar dunia semakin mengenal Indonesia. “Tema Pavilion Indonesia ini ialah Rediscover Indonesia. Banyak negara di dunia sudah kenal Indonesia, tetapi yang saat ini (Indonesia sekarang) yang ingin kita kenalkan kembali, jadi tema Rediscover Indonesia terdiri dari tiga sub tema,” kata Judit.

Sub tema yang dimaksud terdiri atas diversity and values, innovation and technology, dan terakhir growth fast sustainability.

“Kita ingin mengatakan kepada dunia (mengenalkan kembali) aset yang dimiliki oleh Indonesia adalah kemajemukannya (pluralism) yang sangat kita hargai. Values kita adalah bangsa kita dengan masyarakat yang jujur, pekerja keras, bergotong royong dan selalu menyelesaikan masalah dengan cara musyawarah dan mufakat. Pemerintah saat ini melakukan upaya-upaya luar biasa untuk mengatasi masalah tersebut dengan inovasi-inovasi dan mengoptimalkan teknologi,” jelasnya.

Pavilion Indonesia ini mendatangkan para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berasal dari 64 kabupaten/kota di Indonesia. “Peserta berasal dari 64 kabupaten/kota yang menampilkan berbagai kerajinan, tekstil, garmen, dan lain lain,” jelas Judit.

Lebih dari 2.000 kesenian dan kerajinan tangan dari 64 kabupaten tersebut hadir menyemarakkan Pavilion Indonesia. Selain itu, BUMN di bawah koordinasi Kementerian BUMN mengikuti pameran ini.

“Ada 42 BUMN di bawah koordinasi Kementerian BUMN turut serta di dalam pavilion ini. Hampir seluruhnya, sekitar 42 BUMN, salah satunya industri strategi dan juga berasal dari pembinaan UMKM atau yang juga terlibat dalam kepanitiaan nasional seperti Telkom dan himpunan bank-bank negara,” lanjut Judit.

Judit berharap Indonesia Pavilion dapat menampilkan Indonesia hari ini, yaitu Indonesia yang telah dan terus melakukan pembangunan yang luar biasa.

“Harapan sebagai penanggung jawab dari kementerian/lembaga yang ikut serta dalam penyelenggaraan pavilion ini. Melalui pavilion ini, Indonesia hari ini adalah Indonesia yang telah dan terus melakukan pembangunan yang luar biasa dengan tetap sangat fokus menyertakan masyarakat dalam pembangunan. Dan, kita adalah bangsa yang besar yang menyongsong masa depan yang baik,” tutupnya. (*)