Mengaku Anggota Ormas Terbesar di Bali, Pria Ini Peras Pedagang di Pasar Malam Pura Masceti

oleh
Tersangka pelaku pemerasan pedagang di pasar malam Pura Masceti, Gianyar. (Ist)
banner 300250

Gianyar, suarabali.com – Polda Bali dan jajarannya gencar membasmi aksi premanisme dan pungutan liar (pungli). Setelah sebelum menangkap pelaku pemerasan pedagang di Sukawati, kini giliran Tim Opsnal Reskrim Polsek Blahbatuh menangkap pelaku pemerasan di areal pasar malam Pura Masceti, Gianyar, Minggu (11/11/2018) sekitar pukul 21.00 WITA.

Pelaku berinisial IWT ini berasal dari Sidemen, Karangasem. Pria berusia 43 ini memaksa para pedagang untuk menyerahkan uang dengan mengatasnamakan ormas Laskar Bali.

IWT menggunakan uang hasil memeras pedagang itu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk untuk kebutuhan makan dan minum-minum.

Saat diinterogasi polisi,  IWT mengaku telah memeras tujuh pedagang di areal pasar malam Pura Masceti. Di antaranya tiga pedagang boneka, pedagang jam, pedagang sepatu, pedagang alat dapur, dan pedagang omang-omang.

Besaran uang yang diminta ke para pedagang bervariasi. Rinciannya, pelaku mendapatkan uang Rp 300 ribu dari tiga pedagang boneka. Dia juga meminta uang Rp 100 ribu dari pedagang jam, Rp 70 ribu dari pedagang sepatu, Rp 150 ribu dari pedagang alat-alat dapur, dan Rp 100 ribu dari pedagang omang-omang.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja  membenarkan penangkapan pelaku pemerasan yang mengatasnamakan ormas terbesar di Bali tersebut. Menurut dia, saat ini polisi tengah mendalami kasus tersebut dengan menelusuri jumlah korban pemerasan lainnya.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Blahbatuh untuk diproses hukum,” kata Kabid Humas, Senin (12/11/2018). (*)