Memilih Lokasi Pengungsian Yang Tepat, Ikuti Petunjuk Pemda Dengan Benar

oleh
Kejadian pengungsi Merapi Jogja saat dipindahkan dari desanya kelokasi pengungsian baru/ HSG
banner 300250

Suarabali.com – Belajar dari pengalaman wilayah lain yang pernah mengalami bencana alam gunung berapi ketika erupsi atau meletup, maka Pemda setempat akan membuat beberapa titik pengungsian penduduk.

Lokasi pengungsian biasanya mempunyai beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebagai syarat standar. Penduduk setempat dapat mencari lokasi pengungsian atas penunjukan dari aparat setempat dan lokasi yang dianggap layak untuk dijadikan pusat pengungsian.

Lokasi pengungsian terbaik adalah yang terjauh dari bahaya potensial semburan material gunung berapi, misal debu dan hujan kerikil jika terjadi. Radius terjauh biasanya dipilih diatas 7 km dari pusat gunung berapi tersebut. Ada juga yang semakin jauh, dan tentunya diharapkan makin aman.

Wilayah untuk pengungsi juga hendaknya melihat ketinggian geografis tanah, misalkan harus jauh dari sungai atau ceruk lembah dimana diduga aliran lahar panas atau dingin diperkirakan akan menyapu wilayah itu. Semakin jauh dari bahaya potensial erupsi gunung maka semakin ideal spot itu untuk dijadikan lokasi mengungsi.

Pusat pengungsian terbaik adalah lapangan sepakbola, atau stadion sepakbola yang luas, dan dapat menampung manusia hingga belasan ribu jiwa. Semakin luas dan besar maka semakin mudah mendirikan tenda dan sarana pendukung sementara untuk pengungsi.

Lokasi penampungan biasanya juga dilakukan digedung pemerintah yang besar. Gedung pertemuan balai desa biasanya dimanfaatkan untuk menampung pengungsi dan bahan pangan darurat.

Pilihan mengungsi dipusat-pusat pengungsian seperti stadion sepak bola yang ditunjuk pemerintah adalah pilihan terbaik karena semua pusat bantuan kemanusian akan disalurkan disana seperti makan minum, dapur umum, obat-obatan, dan banyak lagi.

Hindari memilih lokasi pengungsian independen atau dibuat sesukanya diluar titik yang ditunjuk resmi dari Pemda. Lokasi pengungsi indepen biasanya menyebar sangat luas dan menyulitkan untuk penyaluran bantuan kemanusiaan. Ini akan menyulitkan untuk bertahan hidup melewati suasana bencana alam.

Khususnya bagi keluarga yang mempunya anak kecil, ada baiknya jangan melakukan pengungsian secara independen. Lebih aman dan terjamin jika mengungsi dititik-titik yang sudah diresmikan pemerintah karena jaminan bantuan akan lebih lancar dan terjamin.(Hsg)