Melalui IFC, Cok Ace Ingin Bali Jadi The Island of Flower

oleh
Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menerima kunjungan panitia International Flower Competition (IFC) di ruang kerjanya, Jumat (14/6/2019). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengapresiasi perhelatan International Flower Competition (IFC) di Bali. Dia menilai konsep yang dirancang panitia sebagai ide cemerlang yang diharapkan dapat menjadikan Bali sebagai The Island of Flower.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan,” kata Cok Ace saat menerima Ketua Panitia IFC Nir Peretz di ruang kerjanya, Jumat (14/6/2019).

Cok Ace juga menginginkan kegiatan yang dimulai di Bali tersebut bisa disebarkan ke seluruh dunia. Tokoh Puri Ubud ini berharap pula agar IFC mampu membangkitkan kembali semangat masyarakat Bali untuk menata halaman rumah dan telajakan dengan menanam bunga serta tanaman hias lainnya.

Menurut dia, bunga mempunyai makna penting bagi kehidupan masyarakat Pulau Dewata. “Masyarakat Bali dengan bunga adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Bunga menjadi bagian dari budaya dan ritual keagamaan,” ujarnya.

Melalui lomba tersebut, Cok Ace berharap suatu saat Bali dapat menyandang predikat The Island of Flower.

Sementara Ketua Panitia IFC Nir Peretz menjelaskan, IFC yang digagasnya berbeda dengan konsep kompetisi bunga yang biasa digelar. IFC yang digelar di Bali adalah lomba kreativitas penataan taman dengan memanfaatkan halaman dan telajakan rumah.

Menurut dia, gagasan ini berawal dari keprihatinannya terhadap kecenderungan halaman rumah di Bali yang kurang tertata dan jarang ditanami bunga, sehingga terkesan gersang dan kering.  Itu sebabnya, Nir yang juga pemilik Hotel Hanging Garden Bali ini berinisiatif mengadakan lomba penataan halaman agar terwujud taman yang kreatif dan terawat.

Menurut Nir, lomba ini terbuka untuk umum dan peserta mendaftar melalui website sejak awal tahun 2018. Antusiasme masyarakat untuk mengikuti lomba cukup tinggi. Setikitnya 200 peserta ikut dalam kompetisi ini.

“Mekanismenya, peserta meng-upload kondisi halaman atau telajakan mereka sebelum dan sesudah ditata. Kami lihat sangat banyak ide-ide kreatif dalam penataan halaman dan pemanfaatan benda-benda daur ulang,” imbuhnya.

Pihak panitia selanjutnya melakukan penilaian hingga akhirnya terpiilih 10 besar yang akan diumumkan di Monuman Bajra Sandhi pada 29 Juni 2019. Dia berharap, lomba ini berdampak positif bagi Bali sebagai daerah tujuan wisata.

“Ada tiga tujuan yang ingin kita capai, yaitu mempercantik Bali, mengurangi timbulan sampah plastik, dan mengembalikan populasi lebah,” pungkasnya. (*)