Malam Tahun Baru di Kota Denpasar, Volume Sampah Diprediksi Meningkat 40 Persen

oleh
DLHK Kota Denpasar menyiagakan 40 unit armada dan 600 petugas kebersihan untuk menangani lonjakan volume sampah pada malam pergantian Tahun Baru 2020. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar menyiagakan 40 unit armada dan 600 petugas kebersihan untuk menangani lonjakan volume sampah pada malam pergantian Tahun Baru 2020.


“Peningkatan volume sampah biasanya terjadi pada malam pergantian tahun. Itu pun terjadi di tempat tertentu saja seperti lapangan, pantai, dan lainya,” ujar Kabid Persampahan dan Limbah B3 DLHK Kota Denpasar, I Ketut Adi Wiguna, Rabu (25/12/2019).

Menurut dia, volume sampah diprediksi meningkat berkisar 30-40 persen dari total hari normal, yakni 600-800 ton per hari.

Guna memaksimalkan penanganan sampah tersebut dan juga upaya menciptakan Kota Denpasar yang bersih dan asri, DLHK Kota Denpasar menyiagakan 40 unit armada dengan 600 personil tenaga kebersihan pada malam pergantian Tahun 2020 mendatang.

“Kami telah menyiapkan armada dan personil, termasuk tenaga kebersihan. Sehingga, upaya menciptakan Denpasar yang bersih dan asri dapat diciptakan,” ujar Adi Wiguna.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan serta meminimalisasi jumlah sampah. Pemilahan sampah dari rumah tangga juga sangat penting ,sehingga mampu meminimalisasi sampah menuju TPA. Juga membatasi dan mengurangi penggunaan plastik.

“Imbauan kepada masyarakat agar mengurangi dan membatasi penggunaan bahan plastik sekali pakai serta selalu membawa tas ramah lingkungan yang bisa dipergunakan berkali-kali, dan ikut serta memilah sampah dari rumah tangga,” ungkapnya.

Perayaan malam pergantian tahun akan dirayakan masyarakat pada 31 Desember 2019. Pemkot Denpasar telah mengemas berbagai acara untuk memeriahkan malam pergantian tahun dalam kegiatan bertajuk Denpasar Festival yang dirangkaikan dengan kegiatan Melepas Matahari tepat pukul 00.00 WITA.

Dengan banyaknya kegiatan yang diriingi dengan antusiasme masyarakat senantiasa menyebabkan peningkatan volume sampah. Hal ini terjadi di daerah tertentu seperti pantai, lapangan, dan venue event yang biasanya menjadi tempat masyarakat menikmati pesta kembang api. (*)