Mahfud MD Bantah Pengakuan Habib Rizieq Dicekal

oleh
Menko Polhukam Mahfud MD. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD menegaskan, tidak ada bukti atau indikasi pemerintah Indonesia mencekal Habib Rizieq Shihab untuk kembali ke Indonesia dari Arab Saudi.

“Jadi, sampai hari ini tidak ada bukti atau indikasi bahwa pemerintah Indonesia mencekal Habib Rizieq,” kata Mahfud MD di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Dia menjelaskan, menurut hukum di Indonesia batas pencekalan seseorang maksimal adalah 6 bulan. Namun, Habib Rizieq justru mengaku telah dicekal selama 1,5 tahun.

“Menurut hukum Indonesia, orang dicekal itu maksimal 6 bulan, dia ngakunya 1,5 tahun dicekal, berarti tidak masalah dengan Indonesia dia,” katanya.

Mahfud pun meminta bukti mengenai surat pencekalan tersebut. Jika memang ada maka Menko Polhukam yang akan menyelesaikannya.

“Itu harus ditanyakan ke Arab Saudi, kenapa dicekal, kita tidak tahu. Kalau ada bukti bahwa Indonesia yang mencekal, bilang ke saya, nanti saya selesaikan,” katanya.

Sebelumnya beredar video yang bersumber dari kanal televisi milik FPI, Front TV, ketika Rizieq Shibab menyampaikan sambutan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Video tersebut diunggah pada tanggal 8 November 2019.

Melalui video itu, Rizieq mengatakan pemerintah Indonesia telah mengirimkan surat pencekalan kepada Pemerintah Arab Saudi agar dirinya tidak diperbolehkan pulang ke Indonesia karena alasan keamanan. Ia juga memegang dua lembar surat yang menurutnya merupakan bukti pencekalan atas dirinya. (*)