Lumpuh Mendadak, Made Surata Tak Mampu Menafkahi Keluarganya

oleh
Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberi bantuan kepada keluarga Made Surata, warga Banjar Tampuagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. (Ist)
banner 300250

Bangli, suarabali.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika kembali membuktikan kepeduliannya terhadap warga miskin. Kali ini, Gubernur memberi bantuan kepada Made Surata, warga Banjar Tampuagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli.

Senin (7/5/2018) pagi, Gubernur Pastika mengutus tim dari Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk meninjau sekaligus menyerahkan bantuan sementara kepada Made Surata, warga yang mengalami kelumpuhan.

Kepada tim yang mengunjunginya, Surata menceritakan kelumpuhan yang dialaminya terjadi pada 3 tahun silam secara mendadak. Ketika itu, kepalanya sangat pusing dan kakinya berat untuk melangkah dibarengi dengan tangan kirinya yang juga susah diangkat. Bahkan, suaranya pun sempat hilang akibat sakit yang dialaminya itu.

“Ini sudah dari 2015, tiba-tiba kepala saya sangat pusing. Kaki dan tangan kiri waktu itu sangat berat diangkat, bahkan saya sempat kolok (bisu) waktu itu. Saya sudah berobat ke dokter, dikatakan saya mengalami struk ringn. Saya juga sudah ke orang pintar (paranormal) berobat,” ujar Surata.

Ketika itu, Surata yang menjadi tulang punggung keluarga akhirnya tidak bisa bekerja hingga kini. Alhasil, sang istri Luh Muliani (35) yang kini menjadi tumpuan keluarga. Diceritakan Surata, bekerja sebagai buruh angkut kayu, pendapatan istrinya pun tidak menentu. Sehingga, kadang mereka tidak makan, karena tidak memiliki uang.

“Sekarang saya sudah tidak bisa bekerja lagi. Hanya istri yang yang bekerja sebagai buruh angkut kayu. Kadang sehari dua kali dapat, kadang tidak dapat. Upahnya juga hanya tiga puluh ribu untuk naikkan satu truk kayu. Jadi, tidak menentu penghasilannya,” ungkapnya sedih.

Kondisi itu membuat Surata bingung. Terlebih kedua anaknya saat ini sekolah yang tentunya memerlukan biaya. Beruntung, anak pertamanya Ni Luh Putu Firda Sari (13) yang kini duduk di kelas 6 SD memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sehingga, ada bantuan untuk biaya pendidikannya meski diakuinya sangat kurang.

Sementara anaknya yang kedua, Ni Kadek Padmi Asih (8) kini duduk di bangku kelas 2 SD dan tidak memperoleh KIP. Kedua anaknya sekolah di SDN 3 Peninjoan, Tembuku, Bangli.

Mereka saat ini tinggal berempat di rumah yang merupakan bantuan bedah rumah dari Pemerintah Provinsi Bali pada tahun 2015. Surata bersyukur, Gubernur Bali telah memberikan perhatian kepada keluarganya. Dia mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Bali dan berharap agar dapat dibantu untuk keberlangsungan sekolah kedua anaknya serta biaya berobat dirinya.

“Bersyukur saya dapat bantuan bedah rumah dari Dinas Sosial Provinsi Bali tahun 2015. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah peduli kepada masyarakatnya,”ungkapnya.

Perbekel Desa Peninjoan I Dewa Nyoman Tagel yang ikut mendampingi tim ke lokasi membenarkan Surata merupakan salah satu warganya yang kurang mampu. Dia menjelaskan, keluarga Surata rutin memperoleh bantuan beras sejahtera (rastra) dan telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Nyoman Tagel berterima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan salah satu warganya yang memang kondisi ekonominya kurang. Dia berharap agar program yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat seperti ini terus dilanjutkan.

“Uluran tangan pemerintah selama ini sudah sangat baik, memperhatikan masyarakat yang seperti ini. Saya berharap pemerintah dapat membantu pengobatan Pak Surata. Juga untuk bantuan pendidikan kepada anak-anaknya. Saya berharap agar anaknya tidak sampai putus sekolah. Program yang bagus ini, saya harapkan bisa terus berlanjut,” ujarnya. (*/Sir)