LPD Kekeran, Mampu Bantu Masyarakat Desa Adat Hingga Membangun Gedung Baru

oleh
LPD yang dipimpin oleh I Made Gurim ini mampu bertahan dari sekian banyak lembaga yang telah bangkrut.
banner 300250

Tabanan, suarabali.com – Lembaga Perkreditan Desa merupakan salah satu unsur kelembagaan Desa Pakraman yang menjalankan fungsi keuangan untuk mengelola potensi keuangan Desa Pakraman.

Eksistensi LPD tidak hanya sebagai lembaga yang memberikan pinjaman /kredit, Tabungan,maupun deposito semata, akan tetapi yang lebih penting adalah bagaiman LPD mampu melakukan proses pengelolaan dana di masyarakat desa pakraman dengan sebaik-baiknya sehingga masyarakat menempatkan uangnya di LPD merasa aman dan percaya.

Salah satu LPD yang berada di Kabupaten Tabanan adalah LPD Kekeran, Marga. LPD yang dipimpin oleh I Made Gurim ini mampu bertahan dari sekian banyak lembaga yang telah bangkrut. Dan LPD Kekeran pun membangun sebuah gedung baru yang terletak di Desa Selanbawak dan diresmikan oleh Bupati Tabanan, Eka Wiryastuti.

“LPD Kekeran bisa bangkit, bangun dan mensejahterakan warganya ini merupakan contoh. Harapan kita ke depan akan lahir LPD-LPD yang bisa sukses seperti ini dan bisa menumbuhkan ekonomi kerakyatan,” ungkap Eka Wiryastuti saat ditemui di Desa Kekeran, Kamis (22/2/2018).

Bupati Tabanan dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya akan eksistensi , keberadaan dan kemegahan gedung LPD yang dimiliki Desa Adat Kekeran.

“Baru sampai saya bingung, ini hotel apa LPD,”ucapnya memuji sembari tersenyum.

Ketua LPD Desa Adat Kekeran I Made Gurim mengatakan LPD Desa Adat Kekeran telah berdiri sejak tanggal 9 Nopember 1988 dan hingga saat ini asetnya telah mencapai sekitar 44 Milyar rupiah.

“ LPD kami berdiri sejak tahun 1988, per 2017 aset LPD kami telah mencapai sekitar 44 milyar rupiah,”ungkapnya.

Gurim melanjutkan untuk pembangunan gedung telah dilakukan sejak dua tahun lalu, dengan menghabiskan biaya sekitar 7,5 milyar rupiah.
“Pengerjaannya selama 2 tahun, gedungnya berlantai 3, berdiri diatas tanah sekitar 5 are. Biaya yang dihabiskan sekitar 7,5 milyar,”paparnya.

Dirinya menambahkan untuk selalu berkomitmen menjadikan LPD sebagai urat nadi perekonomian krama. Komitmen tersebut bukan hanya diukur dari laba yang diperoleh, tetapi dari labda. Artinya bukan saja menekan pada sisi materi tetapi juga dari sisi non materi.

“ Dalam setiap kegiatan krama LPD selalu hadir, menanggung semua kegiatan upakara di desa adat kekeran, memberikan beasiswa penuh kepada warga yatim piatu yang dalam kondisi tidak mampu,”ucapnya.(Fer)