Lestarikan Budaya, Pokdarwis Desa Munggu Gelar Pragmentari Mekotek

oleh
Wabup Suiasa saat menyaksikan Garapan Pragmentari Mekotek di Pura Dalem Wisesa, Desa Munggu, Minggu (20/10/2019). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, menyimpan salah satu potensi budaya, yakni tradisi mekotek. Sebagai desa wisata, Munggu mulai mengemas mekotek sebagai atraksi wisata. Maka munculah gagasan untuk mengemas garapan pragmentari mekotek oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Munggu sebagai sumber daya manusia penggerak Desa Wisata.

Garapan Pragmentari Mekotek tersebut dipentaskan di Pura Dalem Wisesa, Desa Munggu, Minggu (20/10/2019). Pementasan ini disaksikan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Kadis Pariwisata I Made Badra dan PHRI Badung IGN Rai Suryawijaya.

Wabup Suiasa mengapresiasi pagelaran Pragmentari Mekotek ini. Menurutnya, selain dalam upaya tetap melestarikan potensi seni dan budaya, garapan ini juga sebagai atraksi wisata di Desa Munggu.

Suiasa mengaku bangga kepada tokoh masyarakat Munggu, terutama yang bergelut di bidang seni, sehingga dapat melestarikan salah satu budaya dan ini perlu dipertahankan. “Kami menyambut baik pegelaran ini. Namun, kami harapkan kemasan atraksi wisata ini tetap menjaga kesakralan dari budaya mekotek tersebut,” ungkap Suiasa.

Ketua Panita Putu Suarda mengatakan Desa Munggu telah ditetapkan sebagai Desa Wisata sesuai dengan Peraturan Bupati Badung No. 47 Tahun 2010. Desa Munggu memiliki tradisi unik yang tidak ada di seluruh dunia, yaitu tradisi ngerebeg yang lebih dikenal dengan mekotek dimana dilaksanakan setiap enam bulan sekali pada hari raya Kuningan.

Guna mendukung Desa Wisata Munggu, dikemaslah garapan pragmentari mekotek yang akan memberikan suguhan selama wisatawan menginap di Desa Wisata Munggu.

Garapan pragmentari mekotek ini bertujuan meningkatkan budaya, keunikan, keaslian yang ada di Desa Wisata Munggu. Juga mengarahkan kegiatan positif bagi teruna-teruni serta meningkatkan perekonomian di Desa Munggu.

Garapan tersebut sepenuhnya didukung teruna-teruni Desa Munggu yang dipercayakan oleh Listibya Desa Munggu kepada Sanggar Seni Semeton Barong di bawah pimpinan Putu Eka Darmayasa dari Br. Kerobokan, Munggu.

Sebagai pelatih tari Putu Anggra Dana Suka dari Br. Gambang dan pelatih tabuh I Nyoman Sudi Artana dari Br. Kerobokan, bekerja sama dengan I Putu Yogi Suarsana dari Br. Sedahan, dengan Dalang Nyoman Wija Widastra (Akah Canging). (*)