Lahan Bekas Tempat Sampah Ini Disulap Jadi Kebun Produktif

oleh
Warga Desa Ubung Kaja menyulap lahan kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah menjadi kebun produktif. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Inisiatif warga Desa Ubung Kaja ini layak menjadi contoh. Mereka menyulap lahan kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah menjadi lahan produktif. Di lahan itu, warga berkebun tanaman pekarangan, sehingga menambah ruang terbuka hijau di tengah-tengah Kota Denpasar.

Kebun seluas 18 hektare yang diberi nama Dasawisma Agro Pertiwi ini dulunya adalah tempat pembuangan sampah. Namun, berkat dorongan kepala desa, warga kemudian menyulap lahan ini menjadi kebun yang ditanami berbagai macam tanaman pekarangan yang produktif, mulai dari bumbu dapur sampai buah-buahan.

Ketua Dasawisma Agro Pertiwi, Sri Rejeki mengatakan kepala desa setempat mengajak masyarakat membersihkan lahan kosong ini dan kemudian menjadikannya kebun produktif.

“Lahan ini dulu punya orang cuma dibiarkan dan akhirnya menjadi tempat pembuangan sampah. Kemudian kami sewa jangka panjang untuk dijadikan kebun,” ujar Sri.

Dasawisma Agro Pertiwi saat ini memiliki 40 anggota. Setiap anggota kemudian diberikan jadwal untuk mengelola lahan dan menaman serta memeliharannya.

Setiap sore akan ada anggota yang melakukan pemupukan sampai menyiram. Adapun tanaman yang ditanam seperti daun bawang, cabai, pepaya, dan lainnya. Selain dibagikan ke anggota kelompok, hasil panennya juga dijual ke pasar swalayan.

”Kebetulan ada yang memfasilitasi untuk bisa masuk ke swayalan. Kami diminta untuk menyuplai daun bawang,” ujarnya.

Saat ini Dasawisma Agro Pertiwi sudah memiliki kebun bibit sendiri. Bahkan, bibit yang mereka hasilkan sudah dibagikan ke kelompok untuk ditanam di masing-masing pekarangan.

Meski dulunya lahan pembuangan sampah, kata Sri, tetapi tanah di lahan yang mereka kelola cukup subur. Pihaknya seminimal mungkin tidak menggunakan pupuk kimia dan sebagian besar menggunakan pupuk kambing.

“Untuk kesuburan lahan, kami gunakan pupuk kambing. Alasanya pupuk kambing bisa langsung dipakai. Jika pupuk sapi perlu dikeringkan dulu,” jelasnya.

Selain menambah penghasilan, menurut Sri, berkebun juga memberikan kepuasan batin bagi para anggota. “Apalagi saat panen. Jika lihat hasilnya bagus rasanya puas. Jadi dibanding pendapatan, kami lebih merasakan kepuasan batin,” ujar Sri. (*)