Kunjungi Pos Pantau Rendang, Menteri Jonan Disambut Erupsi Setinggi 2.800 Meter

oleh
banner 300250

Karangasem, suarabali.com –Kedatangan Menteri ESDM Ignasius Jonan ke pos pemantauan Gunung Agung di Rendang, Karangasem disambut erupsi dengan kolom abu setinggi 2.800 meter di atas puncak kawah Gunung Agung, Kamis (16/7/2018) sekitar pukul 16.33 WITA.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan PVMBG, erupsi terjadi sekitar pukul 16.33 WITA teramati kolom abu setinggi 2.800 meter di atas puncak dengan intensitas tebal mengarah ke timur dan barat. Erupsi kali ini terekam alat seismograf dengan amplitudo maksimal 24 mm durasi 8 menit 56 detik.

Sementara berdasarkan pantauan dari Pos Pemantauan, abu terlihat membubung tinggi dimana pada bagian atas kolom abu terlihat mengarah ke timur sementara pada bagian bawah mengarah ke barat. H ampir 50% visual kolom abu erupsi Gunung Agung terhalang awan.

Sementara Menteri ESDM Ignasius Jonan mengimbau pengungsi yang berasal dari luar radius zona bahaya yang ditetapkan 4 kilometer agar kembai ke rumahnya masing – masing.

“Kita imbau masyrakat yang berada di luar radius 4 kilometer agar kembali ke rumahnya masing – masing,” kata Ignasius Jonan.

Menurut Jonan, badan geologi memperkirakan potensi erupsi akan terus terjadi. Namun, analisa secara deformasi masih sangat kecil sehingga jika terjadi letusan, dampaknya tidak sampai di luar radius yang telah ditetapkan.

Meskipun pekan lalu sempat terjadi letusan stromboline yang melontarkan lava pijar, tetapi erupsi itu tidak sampai membuat aliran awan panas.

Selain itu, dilihat dari foto satelit lava yang keluar saat ini bersifat  cair, sehinnga tidak terlalu berbahaya. Yang berbahaya itu jika lavanya kental.

Berdasarkan analisa tersebut serta dari dari data pemantauan sehingga pihaknya memutuskan zona berbahaya tetap berada di radius 4 kilometer.

Menurut Jonan, pemahaman warga saat ini lebih banyak kekhawatiran dari pada bahayanya. Untuk itu, dia mengaku sudah berdiskusi dengan  Bupati, Kapolres, Dandim serta yang terlibat dalam penanganan bencana  untuk melakukan sosialisasi yang melibatkan tim vulkanologi kepada masyrakat terkait potensi acaman yang terjadi. (Stw/Sir)