, ,

Komunitas Sepeda SAMAS Kampanye Semangat Anti Korupsi

oleh
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Sekitar 45 orang dari Komunitas Sepeda (SAMAS) Bali, bekerjasama dengan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) akan menggelar ” “Anticorruption Messengers Bali 2017”. Dengan tajuk ” Puputan Melawan Korupsi,” yang akan adakan di Lapangan Puputan Denpasar, Sabtu (21/10) besok.

Endra Datta Kepala Harian SAMAS Bali menyampaikan akan ada 45 orang yang akan dibagi 5 orang setiap timnya, yang akan bersepeda dan berkampaye Puputan Melawan Korupsi menuju kearah 9 Kabupaten dan kota yang ada di Bali.

” Kami berkumpul jam 7 pagi di lapangan Puputan Denpasar, dan nanti kawan-kawan akan menyebar ke masing-masing daerahnya. Selain itu kami sengaja memilih putra daerah karena SAMAS ada diseluruh wilayah Bali. Nantinya mereka bersepeda dengan membawa bendera pesan anti korupsi dan maklumat yang nantinya akan dibacakan di pemerintah daerah masing-masing,” ucapnya saat menggelar konferensi pers di Denpasar Bali. Jumat (20/10/2017) sore.

Endra juga mengatakan bahwa kegiatan ini sangat berguna sekali, dan bersyukur bisa menjadi bagian dari gerakan anti korupsi di Bali.

Sementara Wuryono Prakoso sebagi Direktorat Spesialis Pendidikan Masyarakat KPK mengatakan dengan mengajak komunitas SAMAS Bali untuk menggalang partisipasi publik agar ada kesadaran anti korupsi pada masyarakat. Selain itu, Bali juga menurutnya komunitasnya memiliki kreatifitas yang akan menjadi pendekatan baru yang bisa dikembangkan untuk edukasi pencegahan dan kesadaran anti korupsi ke publik.

“Untuk upaya pencegahan korupsi, di Provinsi, Kabupaten dan Kota di Bali itu sudah aktif dalam program pencegahan. Di sisi lain, kami bergerak dengan komunitas sebagai jembatan langsung pada masyarakat, dan ini sebetulnya sebagi kampaye awal, untuk penyadaran masyarakat. Jadi KPK tidak bisa lari sendirian. Satu sisi aparat pemerintah harus berubah, tapi masyarakat juga harus disadarkan tanpa diimbangin kesadaran masyarakat akan hak-haknya dan kewajibabnya untuk saling bahu-membahu prosesnya akan lebih lama memberantas korupsi di negeri ini,” ujarnya

Selain itu, Prakoso juga membandingkan dengan sejarah negara lain, menurutnya di negara lain ada juga partisipasi dari publik dan terlibat secara intens dan mengavodkasi untuk pencegahan korupsi.

“Teman-teman di SAMAS melakukan penyadaran ke publik langsung dengan olah raga berkampanye anti korupsi dengan bersepeda. Bersepeda dan berkeliling ke 9 Kabupaten dan kota di Bali, ini peran strategis juga. Walapun bentuk penyadaran pencegaha korupsi itu luas, bisa lewat literasi atau Rumah Baca, Komik dan Kartunis juga bisa berperan. Tujuanya lebih pada kesadaran publik dan nantinya publik akan sama-sama akan melakukan gerakan pemberantas korupsi,” imbunya.

Prakoso juga berharap, publik menjadi kontrol akan desain kebijakan, dan untuk kemaslahatan publik dan sudah saatnya publik juga intens sebagi penentu kebijakan.

” Maka dari itu kami mengjak teman-teman komunitas sebagi jembatan untuk gerakan pencegahan korupsi,” tegasnya

Hal senada juga dikatakan oleh Aldy Nugraha Sigit, sebagaibDirektorat Spesialis Pendidikan Publik Layanan KPK, bahw KPK mengajak teman-teman komunitas untuk lebih mengavodkasi dan melakukan edukasi pencegahan karena pencegahan itu tidak bisa represif, dan harus masuk mengunakan budaya populer.

” Dengan kampanye bersepeda, ini menjadi konsep untuk mengajak komunitas untuk menyampaikan pesan-pesan intregritas dengan komunikatif dan populis. Karena pencegahan itu adalah jangka panjang,butuh puluhan tahun dan itu harus kita bangun secara pelan-pelan,” ujarnya. (Mkf)