Komisi IX DPR Sepakat Bentuk Panja Susu Kental Manis

oleh
Wakil Ketua Komisi IX DPR Ermalena. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Komisi IX DPR RI akan membantuk Panja yang akan mengklarifikasi fakta tentang kandungan yang ada dalam susu kental manis (SKM). Pembentukan Panja itu disepakati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Senin (9/7/2018).

“Kita ingin melakukan klarifikasi, karena itu kesepakatan rapat tadi membentuk panja SKM,” ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR Ermalena di Gedung DPR, Senayan, Senin (9/7/2018).

Politisi PPP itu mengungkapkan, polemik tentang SKM perlu ditelusuri secara mendalam, karena diduga masih ada kesalahan tafsir atas pengonsumsian SKM yang melibatkan anak-anak.

“Ini kan menyangkut anak-anak. Kalau anak-anak banyak mengonsumsi susu kental manis yang mengandung susu ataupun tidak mengandung susu, ini kan untuk tumbuh kembang anak kedepan bahaya,” ungkap Ermalena.

Usai dibentuk, Panja SKM akan segera memanggil pihak terkait yang terlibat dalam polemik SKM ini, termasuk memanggil industri yang memproduksi SKM.

“Kami akan memanggil pihak-pihak yang terkait. Termasuk industrinya, kita akan panggil. Kita sudah minta BPOM segera memberikan list-nya kepada kita. Karena ini kan tanggung jawab kita supaya masyarakat tidak bingung,” jelas Ermalena.

Menurut dia, Komisi IX DPR memberikan atensi yang cukup serius tentang kasus SKM. Meskipun terkesan sederhana, tetapi jika kasus ini tidak ditangani secara benar bisa berbahaya bagi konsumen.

Jika nanti dalam penelusuran Panja ditemukan permasalahan yang serius, bukan tidak mungkin produk SKM akan ditarik dari perederan. Namun, menurut Ermalena, sejauh ini belum ada alasan untuk memberhentikan atau menarik produk SKM.

“Belum ada. Ini kan karena masih simpang pendapat. Kalau memang nanti di Panja ditemukan masalah yang serius, bisa saja itu terjadi. Karena yang penting sekarang masyarakat aman, berhak untuk mendapatkan yang terbaik,” imbuh Ermalena. (*)