Ketika Gubernur Bali Bermain Drama

oleh
Gubernur bali Made Mangku Pastika saat bermain drama Mahaguru Drona. di acara Bali Mandara Mahalangodi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Sabtu malam (12/8).
banner 300250

Editor: Han

Sanur, SuaraBali.com – Menjadi pejabat publik yang penuh kesibukan tak lantas harus meninggalkan hobi. Made Mangku Pastika, misalnya, di tengah rutinitasnya sebagai gubernur Bali, ia masih menyempatkan diri bermain drama “Mahaguru Drona.” Dalam drama yang ditulis dan disutradarai budayawan Bali IB Martinaya tersebut, Mangku Pastika didapuk sebagai Mahaguru Drona, lakon utama. Drama itu dipentaskan di acara Bali Mandara Mahalangodi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Sabtu malam (12/8).

IB Martinaya, mengatakan, keterlibatan Mangku Pastika bermula dari pertemuannya dengan sang gubernur dua tahun lalu. Kala itu IB Martinaya memberikan kumpulan drama yang judulnya Peti kepada Mangku Pastika kenang-kenangan.

“Ketika itu saya bilang, ‘Pak, ini buku kumpulan drama saya, mungkin Bapak bisa menyimpannya di rak buku Bapak,” kenang IB Martinaya.

Gubernur bali Made Mangku Pastika saat berperan sebagai drama Mahaguru Drona di acara Bali Mandara Mahalangodi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Sabtu malam (12/8)?Foto; Ist.

Menurut Martinaya, beberapa waktu kemudian ia kembali bertemu dengan Mangku Pastika di sebuah acara. Gus Martin, sapaan akrab IB Martinaya, mengaku terkejut ketika Pastika menawarkan diri untuk ikut bermain di salah satu judul drama  yang ada dalam buku kumpulan drama Peti.

“Saya bilang ke beliau (Mangku Pastika – red), kalau naskah dalam buku Peti kurang cocok untuk dimainkan beliau, karena itu kumpulan drama remaja. Saya katakan ke beliau, nanti saya buatkan naskah khusus untuk beliau mainkan,” terang Gus Martin. “Akhirnya lahirlah naskah drama ‘Mahaguru Drona’,” imbuhnya.

Menurut pendiri Teater Agustus ini, lakon drama “Mahaguru Drona”, sengaja dibuat sangat serius, tanpa ada sisipan humor-humor. Sebab, menurutnya sudah banyak drama yang menyajikan humor-humor.

“Kalau drama yang humor-humor itu ibarat makan pakai kerupuk yang meriah-meriah yang setelah itu dilupakan begitu saja. Tetapi saya ingin buat lawar paria yang ada pahit, pedas dan tidak banyak orang suka tetapi ada manfaatnya. Akhirnya beliaua (Mangku Pastika –red) setuju,” cerita Gus Martin.

Gus Martin mengatakan, untuk mempersiapkan pementasan itu, tak kurang dari dua bulan untuk persiapan dengan durasi latihan dua kali seminggu. Hanya saja, karena kesibukan Mangku Pastika sebagai gubernur, saat latihan, tokoh mahaguru Drona diperankan oleh pemeran pengganti.

“Latihan dengan beliau (Mangku Pastika –red) hanya sempat dua kali. Beliau sangat serius dan mampu memerankan tokoh Drona. Bahkan, diam pun sudah seperti tokoh Drona,” kata Gus Martin.

Made Mangku Pastika mengakui untuk persiapan latihan ia hanya sempat dua kali latihan bersama dengan Teater Agustus. Itu pun hanya menonton latihan dengan pemeran pengganti. Sisanya ia mengaku, mencoba mempelajari dan menghafalkan serta menghayati tokoh Drona disela-sela kesibukannya mengurus rakyat Bali. Walau begitu, Mangku Pastika tetap berusaha tampil maksimal.

“Yah, saya sudah berusaha tampil maksimal tetapi mungkin belum sempurna memerankan tokoh Drona karena saya kan pemain amatiran. Tadi siang saya coba menghafal lagi dialognya dan malamnya tampil,” aku Mangku Pastika sambil tertawa. Menurut Mangku Pastika, pesan dari yang ia mainkan adalah agar kita tidak pendendam. “Dendam itu harus diakhiri dengan memaafkan, dengan kesabaran, dengan toleransi. Memang tidak gampang,” ujar Mangku Pastika.

Mangku Pastika mengajak penonton dan masyarakat Bali untuk belajar dari pesan drama “Mahaguru Drona” agar mau meaafkan sesama, tidak pendendam, dan bersikap bijaksana.(CEL)