Keren..! Nelayan Gianyar Dilatih Menggunakan Aplikasi untuk Menangkap Ikan

oleh
Para nelayan di Gianyar mengikuti pelatihan menggunakan aplikasi BMKG untuk menangkap ikan di laut. (Ist)
banner 300250

Gianyar, suarabali.com – Kondisi cuaca yang sering tak menentu menuntut nelayan lebih jeli membaca situasi. Itu sebabnya, nelayan perlu diajarkan cara membaca prakiraan cuaca yang diterbitkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya atau data yang dikirimkan melalui instansi terkait.


Saat ini, mayoritas nelayan masih membaca cuaca melalui kondisi alam saja. Cara manual semacam itu tak lagi bisa diandalkan. Sebab, cuaca cepat berubah. Untuk itu, nelayan diharapkan bisa membaca prakiraan cuaca yang diterbitkan BMKG.

Untuk membantu para nelayan agar bisa membaca kondisi cuaca secara akurat, Pemkab Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar mengajak 30 nelayan mengunjungi Stasiun Klimatologi Klas II Jembrana Bali serta Balai Riset dan Observasi Laut di Jembrana, belum lama ini.

Rombongan nelayan Gianyar yang dipimpin Kadis DKPKP Gianyar Ir. Dewi Hariani diterima langsung Kepala Stasiun Klimatologi Rakhmat Prasetya. Dalam kunjungan tersebut, nelayan belajar bagaimana cara membaca kondisi cuaca melalui aplikasi teknologi yang nantinya bisa dijadikan pedoman bagi nelayan sebelum melaut. Bagaimana kondisi cuaca hari ini, arus laut, tinggi gelombang, bahkan lokasi-lokasi keberadaan ikan di laut juga bisa diketahui dengan membaca kondisi cuaca dari BMKG.

Menurut Dewi Hariani, nantinya setiap nelayan dapat memahami kondisi cuaca di wilayahnya masing-masing. Cuaca di tengah laut dapat dibaca melalui peta yang dapat dilihat di situs web BMKG. “Kita akan ajari nelayan bagaimana caranya membaca peta dan prakiraan cuaca, kondisi angin, tinggi gelombang, dan lain-lainnya,” katanya.

Tidak hanya itu, dengan mengetahui informasi aplikasi cuaca ini, nelayan tidak lagi mencari ikan, tapi sudah langsung bisa menangkap ikan di laut. Sebab, lokasi-lokasi padat ikan sudah diketaui sebelumnya.

Pada kesempatan itu, rombongan nelayan yang berasal dari Kecamatan Blahbatuh, Sukawati, dan Gianyar ini juga mengunjungi Balai Riset dan Observasi Laut untuk belajar produk unggulan Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI).

“Dengan diketahuinya cuaca melalui aplikasi ini, kami harapkan kecelakaan nelayan saat melaut dapat ditekan dan hasil tangkapan ikan melimpah, karena nelayan sudah tahu lokasi-lokasi padat ikan,” tegas Dewi Hariani.

Sehari sebelum mengunjungi Stasiun BMKG di Jembrana, pihaknya lebih dahulu membekali para nelayan dengan berbagai materi dalam pelatihan aplikasi cuaca di kantor DKPKP Gianyar. Menurut Dewi Hariani, pelatihan itu baru pertama kali diberikan untuk nelayan di Gianyar.

Narasumber diberikan langsung oleh pakar-pakar dari BMKG, seperti Kepala Seksi Observasi dan Informasi Agit Setyoko dengan materi ‘Pemanfaatan Aplikasi Informasi Peta Prakiraan Penangkapan Ikan’, Sudarti dengan materi ‘Pemanfaatan Aplikasi Informasi BMKG untuk Kegiatan Perikanan’.

Muhammad Nur  dengan materi ‘Pemanfaatan Aplikasi Informasi BMKG untuk Kegiatan Perikanan’, I Made Dwi Wiratmaja membawakan materi ‘Informasi Cuaca dan Iklim untuk Perikanan’, Wahyu Widodo Putranto dengan materi “Mengenal Istilah Cuaca dan Iklim’, serta Heppy Febriana Abdi Bintari tentang ‘Pengenalan Produk Informasi Balai Riset dan Observasi Laut’.

Dengan materi tersebut, Dewi Hariani berharap kedepan nelayan akan mampu memanfaatkan setiap teknologi untuk kepentingan mereka. “Jadilah nelayan yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi untuk menangkap ikan, dan bijaksana dalam memanfaatkan hasil laut dengan tidak merusak ekosistem di laut,” kata Dewi Hariani. (*/Sir)