Kemenkes Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Pesantren Gontor, Ini Hasilnya

oleh
Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO saat melakukan inspeksi kesehatan lingkungan di Pesantren Gontor. (Ist)
banner 300250

Ponorogo, suarabali.com – Kesehatan lingkungan merupakan hal penting untuk diperhatikan di pondok pesantren. Untuk memastikan itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan inspeksi kesehatan lingkungan di Pondok Pesantren Gontor selama dua hari.

“Kami sudah melakukan inspeksi kesehatan lingkungan di Pondok Pesantren Gontor Putri di Ngawi dan Pondok Pesantren Putra di Ponorogo. Kesimpulannya semua kader kesehatan lingkungan memahami dari sisi kesehatan lingkungan, sudah cukup memenuhi standar,” kata Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO

Secara fisik bangunan Pesantren Gontor, menurut dia, sudah cukup baik. Yang perlu dikuatkan adalah bagaimana perilaku komunitas di pondok pesantren.

“Jadi, bukan hanya nanti selama di pesantren saja menjaga kesehatan linkungannya, tapi juga setelah keluar dari pesantren kehidupan kesehatan di masyarakat harus lebih tertata,” tambahnya.

Dia menjelaskan, inti kesehatan lingkungan ada enam, yakni air, tanah, udara, makanan, vektor seperti tidak ada tikus, dan sarana prasarana bangunan seperti keberadaan ventilasi yang memenuhi standar. Enam hal tersebut yang dilatihkan kepada para kader kesehatan lingkungan di Pesantren Gontor.

Selain itu, lanjut dr. Imran, Kemenkes juga memberikan pelatihan terkait food safety. Hal yang menjadi penilaian adalah mulai dari cara penyimpanan bahan makanan mentah dan matang, cara memasak, hingga tatacara penyajian yang dilakukan oleh juru masak.

“Jadi, kita latihkan bagi kader pesantren supaya nanti mereka meneruskan pengetahuan ini ke kalangan santri lain, dan nanti kami lakukan pendampingan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten dan Provinsi,” ucap dr. Imran.

Imran mengatakan, Kemenkes menyosialisasikan bagaimana kesehatan lingkungan pesantren sudah sejak tahun lalu. Mulai dari sisi perilaku warga pesantren hingga fisik bangunan yang harus memenuhi standar seperti ada ventilasi, terkena cahaya matahari yang cukup, dan tidak ada jemuran di dalam kamar yang dapat menyebabkan berkumpulnya nyamuk. (*)