Kecewa Pada Polisi Yang Tak Pernah Serius Berantas Mafia Pembajak Hak Cipta Lagu, Sejumlah Artis Grebek Pabrik CD/DVD Bajakan

oleh
Sirwenda (pakai hijab) pencipta lagu Satu Jam Saja bersama sejumlah artis saat berorasi di depan pabrik cd/dvd bajakan di Dadap, Tangerang Selatan, Rabu (1/11/2017)
banner 300250

Tangerang, suarabali.com – Lantaran kecewa terhadap penegak hukum yang tak kunjung serius menindaktegas para mafia pembajak hak cipta lagu, sejumlah artis dari kalangan musisi, penyanyi, dan pekerja seni menggeruduk kawasan Pergudangan Sentral Kosambi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Rabu (1/11/2017).

Sederet musisi seperti Delon, Siti Badriah, nampak hadir dalam aksi demonstrasi tersebut. Mereka menuntut pemerintah menutup salah satu gudang milik PT Digital Visi Dunia yang diduga dijadikan pabrik produksi CD/DVD bajakan di kawasan tersebut. Sirwenda, wanita tuna netra yang juga pencipta lagu Satu Jam Saja yang dipopulerkan Saskia Gotik, juga ikut hadir dalam aksi tersebut.

Namun sayang, diduga karena rencana aksi penggerebekan ini sudah terlebih dulu bocor, sehingga saat massa tiba di lokasi, pabrik cd dan dvd bajakan itu sudah tutup dan berhenti beroperasi.

Sirwenda, pencipta lagu yang telah berkarya sejak tahun 1980 ini mengaku sangat sedih dengan adanya pembajakan karya oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Dirinya meminta Pemerintah bisa bertindak tegas dan melindungi naaib pekerja seni seperti dirinya.

“Saya sejak 1980 sudah ciptakan lagu, royalti saya hanya Rp2.1 juta untuk 6 bulan, kehidupan saya sangat miskin. Padahal karya saya booming. Selama ini polisi kemana saja ? Kenapa polisi tidak pernah menindak tegas para pembajak yang telah membuat hidup kami kian menderita. kenapa polisi tidak pernah serius menghabisi para pembajak hak cipta,” ujar Sirwenda seraya meneteskan air mata.

Edy Lubis juru bicara dari pendemo, dalam orasinya meminta kepada pihak perusahaan untuk menghentikan kegiatan pembajakan CD di pabrik itu, karena dianggap sudah membunuh pendapatan para pekerja seni di tanah air.

“Dugaan kita, ini adalah tempat produksi CD/DVD bajakan. Ini akan kita laporkan karena melanggar Undang-undang 28 tahun 2014 tentang hak cipta,” kata Edy Lubis, Rabu (1/11/2017).

Menurut Edy, pihaknya telah memantau aktifitas produksi di pabrik itu sejak seminggu lalu, pihaknya bersama sejumlah artis sebenarnya juga ingin menunjukkan langsung kondisi dalam pabrik yang sebenarnya.

“Saya lihat tadi pagi masih ada nama perusahaan ini. Tapi disaat kami datang plakat nama sudah dicopot. Kami juga ingin menenjukkan langsung, bahwa kami bukan fitnah,” ucap Edy.

Delon yang hadir dalam aksi tersebut, berharap tidak ada lagi aktifitas pembajakan yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, produsen CD bajakan telah mempersempit ruang-ruang kreatifitas pekerja seni. “Kami ingin pembajakan tidak ada lagi di negeri kita tercinta, saya berharap penegak hukum bisa tegas,” katanya.

Setelah melakukan aksinya di depan pabrik CD/DVD bajakan, para artis dan ratusan massa lainnya bergerak menuju Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan aksi pembajakan hak cipta lagu tersebut. (Tjg)