Kawasan Agro Techno Park Disulap Jadi Objek Wisata Baru di Badung Utara

oleh
Kepala Badan Litbang I Wayan Suambara saat meninjau lokasi Agro Techno Park di Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Minggu (1/12/2019). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Kepala Badan Litbang I Wayan Suambara meninjau lokasi Agro Techno Park (ATP) di Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Badung, Minggu (1/12/2019). Pembangunan ATP ini merupakan komitmen Bupati Badung dalam membangun sektor pertanian di wilayah Badung Utara.

Dalam peninjauan itu, I Wayan Suambara selaku Ketua TIM Koordinasi Pembangunan dan Pengembangan ATP datang bersama Plt. Kadis Pertanian I Ketut Sudarsana, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) I Ketut Gede Suyasa, Kepala Bagian Hukum Setda Badung I Komang Budi Argawa, Camat Petang I Gde Eka Sudarwitha, Sekcam Petang I Wayan Darma, Pj. Perbekel Desa Belok Sidan I Made Sukawana, dan masyarakat setempat.

I Wayan Suambara menjelaskan, Bupati Badung mencanangkan pembangunan ATP di Desa Belok Sidan dengan luas tanah keseluruhan 14,8 hektare yang disewa oleh Pemda selama 10 tahun. Para pemilik lahan tersebut saat ini dipekerjakan dalam pembangunan tersebut dan kelak diharapkan pada akhir masa sewa Pemda bersama petani dapat membentuk badan usaha yang bergerak di sektor pertanian.

Selama 10 tahun ini pemda akan melakukan proses edukasi dan pemberdayaan petani sekaligus melakukan transformasi dari pola pertanian tradisional menjadi petani modern yang berjiwa enterpreneur.

“Dalam kawasan Agro Techno Park ini, ikon yang akan kita kembangkan adalah tanaman kopi. Sehingga nanti akan menyesuaikan dengan tumbuhan-tumbuhan kopi yang dimiliki oleh masyarakat di kawasan ini,” katanya.

Kedepannya, selain menjadi kawasan ATP pengembangan pertanian kopi, khususnya dengan menerapkan teknologi, dia juga berharap kawasan ATP dapat menjadi objek wisata baru di wilayah Badung Utara.

Suambara menambahkan, konsep pembangunan ATP ini untuk jangka panjang. Pemerintah ingin petani nantinya menjadi pemilik ATP. Sehingga, para petani yang tanahnya disewa oleh Pemkab diharapkan akan membentuk koperasi dalam satu badan hukum yang nantinya bekerja sama dengan Perusahan Umum Daerah yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Badung.

“Jadi, koperasi petani dengan Perumda ini akan membentuk satu badan usaha yang diharapkan nanti bisa mengelola kawasan Agro Techno Park ini, termasuk ada kegiatan-kegiatan bisnis yang dilakukan di dalamnya, di antaranya kawasan pariwisata, pusat kuliner atau pengembangan UMKM. Yang jelas, pemerintah daerah berharap keberadaan Agro Techno Park ini memberikan multi player effect bagi masyarakat di kawasan ini,” jelasnya. (*)