Kapolri Sebut Angka Kriminalitas di Sulteng Sudah Turun Pasca Bencana

oleh
Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. (Ist)
banner 300250

Palu, suarabali.com – Terhitung empat hari setelah bencana gempa dan tsunami yang melumpuhkan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, tingkat kejahatan yang terjadi sudah menurun. Seperti dilaporkan, pascagempa mengguncang Sulteng, banyak warga yang melakukan penjarahan di toko yang menjual makanan dan BBM di SPBU.

Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian mengatakan angka kriminalitas di Sulawesi Tengah, khususnya di daerah terdampak bencana alam, sudah menurun. Menurut Kapolri, saat ini sudah tidak ada lagi penjarahan barang selain makanan di toko-toko di daerah terdampak gempa bumi dan tsunami.

“Sudah banyak pasukan dari luar daerah yang masuk. TNI sudah hampir 3.000. Kemudian, Polri sendiri hampir 1.500 dari luar. Otomatis, dengan kekuatan-kekuatan itu, situasi jadi jauh lebih terkendali,” jelas Kapolri.

Seperti diketahui, aparat kepolisian telah berhasil menangkap 45 orang terduga pelaku penjarahan barang elektronik hingga mesin ATM di Palu, Selasa (2/10/2018).

Kepala Biro Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo menuturkan, para tersangka tersebar di lima TKP, yaitu Mal Tatura, ATM Center Peubungo, Gudang PT Adira, Grand Mall, dan Anjungan Nusantara.

Selain menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, TNI dan Polri diminta untuk fokus mengamankan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), distribusi alat berat ke pelosok, perbatasan kota dan kabupaten serta menjaga bandara dan pelabuhan. (*)