Kapolri: JAD Dalangi Teror Bom di Surabaya

oleh
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengunjungi lokasi ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur. (Ist)
banner 300250

Surabaya, suarabali.com – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan aksi pengeboman di sejumlah tempat di Surabaya, Jawa Timur,  didalangi kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di bawah perintah Islamic State in Irak and Syria (ISIS).

Kapolri juga menyebutkan kelompok JAD melakukan aksinya seteleh merasa kecewa karena pimpinan mereka, Amman Abdurrahman dan Zainal Anshori, ditangkap. Kemudian, JAD mengangkat pemimpin baru yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua JAD Surabaya.

Oleh sebab itu, kelompok JAD merasa memiliki momentum untuk membalas dendam kepada aparat keamanan.

Menurut  Kapolri, kelompok teror di Jawa Timur beraksi menggunakan bom pipa. Tito awalnya menjelaskan aksi teroris ini karena ISIS pusat mendapat desakan. ISIS pun memerintahkan sel jaringan di seluruh dunia untuk beraksi.

“Untuk di Jatim sendiri, yang paling beraksi adalah JAD (Jamaah Anshorut Daulah) cabang Surabaya dipimpin Dita (Oepriarto). Kelompok ini melakukan langkah-langkah secara tertutup untuk melakukan serangan dengan mempersiapkan bom,” kata Kapolri Tito Karnavian dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Senin (14/5/2018).

Kelompok ini menggunakan berbagai bom. Namun, bentuknya sama, yaitu bom pipa baik di tiga gereja di Surabaya maupun rusunawa di Sidoarjo.

“Kita melihat bom yang digunakan bermacam-macam meskipun bentuknya hampir sama, yaitu bom pipa. Tapi, ada ditambah bensin seperti kasus di Jalan Arjuno Surabaya,” ujarnya.

Bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) pagi dilakukan oleh satu keluarga yang dipimpin Dita dengan istri dan empat orang anaknya. Dita ini adalah pimpinan JAD sel Surabaya.

Kemudian pada malam harinya, ada ledakan di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo di hunian milik Anton. Pelaku di Sidoarjo bernama Anton yang merupakan teman dekat Dita.

“Pelaku Anton ini merupakan teman dekat saudara Dita, pelaku bom bunuh diri di Gereja di Jalan Arjuna. Mereka aktif berhubungan dan pernah berkunjung ke lapas napi terorisme tahun 2016,” ujar Tito. (*/Sir)