Kapolri akan Naikkan Pangkat Anggota Polri Korban Gempa di Palu

oleh
Korban gempa di Palu. (Ist)
banner 300250

Palu, suarabali.com – Gempa 7,4 SR yang melanda Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dan tsunami di Palu dan Mamuju menewaskan tujuh anggota Polri. Terkait peristiwa tersebut, Polri akan menanikkan pangkat mereka yang gugur dalam tugas.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan Kapolri telah memerintahkan untuk memberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada anggota Polri yang gugur tersebut.

“Sesuai perintah Bapak Kapolri, bagi anggota Polri yang meninggal akan diberikan kenaikan pangkat luar biasa atau dinaikan pangkat 1 tingkat lebih tinggi. Saat ini sedang dilakukan pendataan anggota Polri yang gugur dalam melaksanakan tugas oleh SDM Polda,” ujar Dedi Prasetyo, Minggu (30/9/2018).

Saat ini, Polri bersama sejumlah instansi terkait masih mengevakuasi dan mengidentifikasi korban. Selain itu, Polri bersama TNI juga melakukan penjagaan di SPBU dan minimarket.

Para jenazah akan dikuburkan massal pada Senin (1/10/2018). Hal itu dilakukan karena sebagian besar jenazah sudah membusuk dan akan menimbulkan penyakit jika tidak segera dikuburkan.

Anggota Polri yang meninggal saat gempa dan tsunami adalah Iptu Hendrik ditangani RSU Palu, Iptu Priyato ditangani RSU Palu, Bripka Bambang Supriadi ditangani RSU Palu, Bripka Zaenal Daud ditangani RSU Palu, Brigadir Gusti Sukamiarta ditangani RSU Palu, Briptu Adri dari Sat Brimob, dan Brigadir Gusti. (*)