Kapolres Rote Ndao Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Radikalisme

oleh
Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo memberi ceramah tentang bahaya radikalisme dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Al Ikhwan Ba’da di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (17/10/2019). (Ist)
banner 300250

Rote Ndao, suarabali.com – Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo secara simbolis meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Agung Al Ikhwan Ba’da di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (17/10/2019).

Acara peletakan batu pertama pembangunan masjid itu dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Dalam kesempatan itu, Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo juga menyosialisasikan bahaya radikalisme dan terorisme.

Dia mengajak masyarakat agara tidak mudah terprovokasi aliran radikal. “Saya juga mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dan taat hukum,” ujarnya.

Menurut Bambang, radikalisme dan terorisme sampai saat ini masih menjadi ancaman. Bahkan, belakangan ini banyak orang  yang sudah terpapar paham radikal dan teroris. Itu sebabnya, Bambang mengajak masyarakat bersama-sama menangkal radikalisme dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat Indonesia yang terdiri dari ratusan suku, budaya, dan bahasa disatukan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yakni bangsa Indonesia. “Kita harus memiliki daya tangkal yang kuat dengan cara memahami ideologi dan dasar-dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia agar kita tidak terpapar radikalisme,” ungkapnya.

Menurut dia, paham radikal bukan hanya di satu agama, tetapi hampir di semua agama. Sehingga, daya tangkalnya hanya satu, yakni ideologi Pancasila.

Untuk itu, dia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengetahui dan mengamalkan empat konsesus dasar bangsa Indonesia. Sebab, di dalamnya ada nilai ketuhanan, kemanusiaan, demokrasi, kesatuan wilayah, dan nilai keadilan yang bisa membentengi bangsa Indonesia dari paham radikalisme. (Tjg/Sir)